Selasa, 28 Oktober 2014

Kisah Pilu Pembantaian Muslim Bosnia: Ditelanjangi, Diperkosa, dan Dibunuh

Kamis, 12 Juli 2012 (7:08 am) / Uncategorized
Kemarin, ribuan warga Kota Srebrenica, Bosnia dan Herzegovina, mendatangi Monumen Potocari di pinggir kota. Di sana ada pemakaman besar tanda pernah terjadi tragedi pembantaian besar-besaran umat muslim oleh milisi Serbia selama 11-13 Juli 1995.
Selain mengingat 17 tahun peristiwa keji itu, warga juga berupaya mengidentifikasi 520 jasad baru yang ditemukan Komisi Hak Asasi Independen. Momen ini sekaligus bertepatan dengan pengadilan Jenderal Ratko Mladic yang dituding sebagai otak utama pembunuhan sistematis ribuan muslim Bosnia, seperti dilaporkan stasiun televisi Aljazeera, Rabu (11/7).
Pangkal masalah Bosnia terjadi pada Maret 1992. Saat itu Federasi Komunis Yugoslavia runtuh mengikuti jejak Uni Soviet. Banyak wilayah otonomi khusus memerdekakan diri secara sepihak, misalnya Slovenia, Kroasia, Serbia, tak terkecuali Bosnia dan Herzegovina.
Wilayah Bosnia memang kompleks, banyak etnis bermukim di sana. Apalagi mayoritas berimbang antara warga muslim keturunan Kesultanan Turki Ottoman (kerap disebut Bosniaks) dan warga Bosnia-Kroasia yang beragama Katolik Roma. Kedua pihak ini masih bisa bekerjasama. Masalah besar muncul, lantaran ada minoritas etnis Serb (orang Serbia) yang merasa menginduk pada negara tetangga Serbia yang lebih besar wilayahnya.
Daerah itu sejak dulu rawan konflik sektarian, tapi berhasil dipadamkan berkat kepemimpinan Presiden Joseph Bros Tito di masa 1950-an, yang mengedepankan nilai-nilai komunisme. Namun sejak ideologi negara itu runtuh di awal 1990-an, berakhir pula kerukunan antar warga.
Ketika Yugoslavia runtuh, etnis Serb berharap muncul Republik Serbia lama. Harapan mereka terganjal lantaran parlemen Bosnia pada Maret 1992 memproklamirkan kemerdekaan.
Padahal wilayah Bosnia membelah daerah etnis Serb. Selain itu, kawasan Sarajevo hingga Srebrenica adalah pusat industri di masa Yugoslavia masih jaya. Hampir 60 persen pabrik ada di kawasan Bosnia. Tambang juga kaya, mulai dari bauksit, minyak, batubara, sampai timah.
Kontak senjata pun dimulai. Presiden Serbia Slobodan Milosevic mengklaim tanah milik etnisnya harus bersih dari warga Bosnia. Daerah-daerah yang diklaim itu kebanyakan dihuni warga muslim. Jenderal Mladic kabarnya menerjemahkan perintah pembersihan itu sebagai genosida sistematis.
Sejak 1992-1995, desa-desa kaum muslim Bosnia dibumihanguskan. Muncul perlawanan tapi tidak signifikan karena tentara Serbia memiliki persenjataan lebih lengkap. Apalagi ada milisi Scorpion, pasukan khusus yang kejam, bergerak cepat dari desa ke desa. Mereka kabarnya ditugaskan langsung Kementerian Dalam Negeri Serbia buat meneror warga Bosnia supaya enyah dari desa mereka.
Gerah dengan kondisi itu, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 1993 mengirim pasukan penjaga perdamaian. Namun, petaka terjadi di kota Srebrenica yang saat itu dianggap sebagai zona aman bagi kedua kubu.
Awal Juli 1995, kondisi kota di wilayah timur Bosnia itu nyaris seperti kota mati. Aliran listrik dan air sudah diputus tentara Serbia. Rakyat, kebanyakan wanita dan anak-anak kelaparan.
Tragedi pun terjadi ketika pasukan PBB, saat itu diisi kontingen Prancis dan Belanda, tidak menghentikan aksi penculikan lelaki Bosnia oleh milisi Scorpion saat dini hari pada 11 Juli.
Pada malam itu, perempuan dipisahkan dari suami atau anaknya. Beberapa bahkan diperkosa. Ibu hamil ditembak di depan kerumunan warga.
Nasib paling sial dialami warga Srebrenica lelaki, tua maupun muda. Mereka dikumpulkan dengan truk, dibawa ke gudang di wilayah Tulsa maupun Potocari. Sepanjang 11-13 Juli, ribuan pria Bosnia ditembak mati dalam keadaan telanjang dan diikat di lapangan-lapangan kosong.
Jenazah para korban langsung dikuburkan supaya pemantau asing tidak tahu terjadi pembantaian massal. Namun, pesawat pengintai Amerika Serikat berhasil memotret beberapa kuburan berusia belum sehari dan mengumumkannya sepekan setelah kejadian.
Bocornya kabar insiden penembakan itu membuat publik dunia marah. Serbia ditekan dan akhirnya bersedia berunding pada 2 November 1995 di Pangkalan Dayton, Ohio, Amerika lantas berdamai dengan pihak Bosnia-Herzegovina.
Setelah bertahun-tahun penyelidikan oleh pelbagai pegiat hak asasi, publik dunia terkejut lantaran kekejaman Srebrenica betul-betul tidak berprikemanusiaan. Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, pada 1999, bahkan menilai apa yang terjadi di wilayah timur Bosnia itu hanya kalah buruk dibanding tindakan Nazi saat Perang Dunia II. “Warga dunia harus ikut bertanggung jawab karena abai sehingga peristiwa mengerikan seperti saat Holocaust Perang Dunia II ini terjadi di masa sekarang,” ujar Annan.
Data resmi PBB melansir data korban tragedi Srebrenica mencapai 8.373 orang tewas atau hilang, lebih dari 500 adalah anak-anak. Hingga sekarang, baru 5.137 sudah ditemukan kuburan massalnya.
Kekecewaan para janda Srebrenica making bertambah lantaran aktor utama yang memerintahkan tindakan keji itu belum terungkap sampai sekarang. Sejak 2001, hanya perwira menengah Serbia saja yang sudah mendapat hukuman.
Jenderal Mladic memang telah tertangkap dan diseret ke Pengadilan Internasional. Namun dia hingga kini menolak 11 tuduhan yang dialamatkan padanya. Presiden Slobodan Milosevic yang kabarnya ikut memberi izin pembantaian sudah meninggal enam tahun lalu.
Bahkan, tahun lalu Presiden Serbia Milorad Dodik menuding warga Srebrenica membesar-besarkan jumlah korban. “Korban tewas barangkali cuma mencapai 3.500, itupun tidak bisa disebut genosida karena kondisi perang,” kata dia.
Warga Srebrenica harus bersabar lebih lama sebelum otak kejahatan kemanusiaan ini terungkap.
POSTED BY RIFAN SYAMBODO CATEGORIES: LABEL:  ,  ,  ,
Islam sering dituduh sebagai agama teroris yang sering membantai penganut agama lainnya. Untuk mendukung tuduhan mereka, mereka mengambil ayat-ayat al-Quran sepotong-potong dan menafsirkan sekehendak mereka sendiri. Fitnah mereka kemudian digaungkan secara massal oleh media-media massa barat yang kemudian dikopi oleh media massa sekuler di negara yang mayoritasnya adalah Muslim. Sayangnya orang-orang Islam tersebut karena tidak memiliki pengetahuan mengenai sejarah Islam, mereka termakan mentah-mentah dengan propaganda bohong tersebut. Sekarang mari kita lihat, siapa sebenarnya yang dibantai paling banyak.

Alhambra - Spanyol
  1. 70.000 penduduk Jerusalem yang kebanyakan Muslim dibantai oleh “the European Crusaders” pada tanggal 15 Juli 1099.
  2. Pembantaian Muslim juga terjadi di Asklan (1099), Aka (1104), Antioch (1098), Beruit (1110) dan Tropolie (1102).
  3. Ketika Spanyol dan Portugal diambil alih, pilihan bagi Muslim adalah keluar dari negara tersebut, masuk Kristen atau dibakar. Peraturan ini kemudian dicabut pada tanggal 15 Juli 1834 setelah semua Muslim dibunuh atau keluar. Pembantaian terhadap Muslim terjadi di Toledo (1085), Lisbon (1147), Cordoba (1236), Seville (1248), Maria (1266) dan Granada (1492).
  4. Tentara Mongol membunuh jutaan Muslim (1219-1260) di India, Persia, Iraq dan Asia Tengah termasuk Khalifah Abbasia. Penyerbuan ke Bagdad (13 Pebruari 1258) dan pembantaian Muslim berlangsung selama 17 hari. Diperkirakan sekitar 2 juta Muslim dibunuh di Bagdad saja.
  5. Di Bosnia, Kosovo dan Chechnya (1992 – sampai sekarang), lebih dari 200.000 Muslim dibunuh dan lebih dari 1,5 juta Muslim terluka, kehilangan rumah dan menjadi pengungsi. Lebih dari 50.000 perempuan Muslim dibunuh.
  6. Sekitar 15 juta orang Afrika dijadikan budak di Amerika. Lebih dari setengahnya adalah Muslim. Lebih dari 3 juta tewas dilaut, setengahnya adalah Muslim.
  7. Penduduk Yahudi bersenjata membantai orang Palestina pada tanggal 9-10 April 1948 dimana 250 orang dibunuh dan ratusan ribu meninggalkan rumah mereka karena ketakutan. Hingga kini ada sekitar 3 juta orang Palestina yang menjadi pengungsi.
  8. Tanggal 15-18 September 1982, milisi Phalagist yang didukung oleh orang Israel membantai 50.000 orang Palestina di tempat pengungsian Sabra dan Shatila di Libanon.
  9. Dari tahun 1932 – 1957, 6 juta orang mati di kamp konsentrasi Rusia di Arctic Vorkuta. Lebih dari setengahnya adalah Muslim.
  10. Pada tanggal 25 Pebruari 1994, seorang penduduk Israel menembak dengan tangan dingin 60 orang Muslim yang sedang beribadah di Mesjid Ibrahim Hebron. 30 orang lagi meninggal ketika berdemonstrasi menentang pembantaian.
  11. Pada tanggal 16 Maret 1988, kota Halabja di Iraq yang berpenduduk sekitar 45.000 orang Kurdi di bom dengan senjata kimia. Sekitar 5.000 meninggal dan 1000 orang terluka.
  12. Sanksi ekonomi selama 8 tahun terhadap Irak telah membunuh 1 juta orang termasuk 575.000 anak-anak.
  13. Ribuan Muslim dibunuh di Philippines, Kashmir and Thailand (1970′s-present).
  14. Tanggal 18 April 1996 lebih dari 100 Muslim dibantai di Qana, Libanon oleh tentara Israel.
  15. Jutaan Muslim dibantai ketika Eropa menjajah Afrika dan Asia (1500 – 1900).
  16. Ratusan ribu Muslim dibantai selama dan sebelum pemisahan India pada tahun 1940.
  17. Ribuan Muslim menjadi korban pemboman oleh Israel di Libanon Selatan selama 26 tahun terakhir.
Sumber: http://www.inin.net/muslimvictims.htm

KEJADIAN YANG SEBENARNYA PEMBANTAIAN WARGA MUSLIM DI BIMA DAN DOMPU OLEH DENSUS 88 TANGGAL 04 DAN 05 JANUARI 2013

Oleh: La Lumba Balumba  (8 Januari 2013)
Sebelum saya membuka kronologi kejadian yang sebenarnya, akan saya jelaskan terlebih dahulu, Kejadian sebelumnya, akan saya Bagi dalam 3 Tahap
A. PENCIPTAAN OPINI PUBLIK yang dilakukan oleh Densus 88 mulai dari Jakarta, Australia, dan oleh beberapa Media Massa, (METRO TV, TV ONE). Penciptaan Opini Publik ini tidak sesuai dengan Kejadian yang sebenarnya.
B. Siapa saja yang terlibat kegiatan Intelijen di wilayah NTB, sepak terjang Pejabat Kepolisian untuk Promosi Jabatan, dan siapa sebenarnya mereka serta Rekaman pembicaraan Perintah Operasi Kapolda Bali (mantan Kapolda NTB Irjen Pol Arif Wachyunadi) dengan Kapolda NTB Brigjen Pol Mochamad Irawan, serta Laporan Kejadian Kapolres Bima dan Kapolres Dompu kepada Kapolda NTB
Dan Saya mengharapkan Orang Bima (Bima Dompu) dan Sumbawa memperhatikan hal ini dan menyebarluaskan  informasi ini kepada siapapun.
1. SUMER BERITA DAN PENCIPTAAN OPINI PUBLIK :
a. Brigjen Boy Rafli Amar : 
Hasil penyelidikan tim Detasemen Khusus 88 Antiteror, jaringan teroris tersebut sudah menyiapkan target aksi terornya yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. “Sebuah hotel di Bima, serta rumah ibadah dan kantor polisi di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, jadi target mereka,” ujarnya. Lebih jauh, lanjut Boy, dengan terungkapnya jaringan teroris NTB, pihak kepolisian akan memperketat pengamanan objek-objek vital terutama objek wisata yang ada di provinsi tersebut. “Itu sudah pasti, sinyal seperti ini meningkatkan pengamanan sudah otomatis. Bukan saja turis domestik, tapi juga asing,” tegasnya.
Jum’at 4 Januari 2013 dua  orang yang dianggap teroris oleh pemerintah Indonesia   juga di Dompu,kawasan yang berbatasan dengan Bima propinsi Nusa tenggara barat(NTB).Keduanya di sebutkan oleh Brigjen Pol.Boy Rafli Amar bernama Roy dan BACHTIAR, yang kononnya menurut Boy Rafli Amar keduanya DITEMBAK MATI OLEH DENSUS 88  KETIKA BARU KELUAR DARI TEMPAT  LATIHA , ujar Boy pula kepada wartawan di mabes Polri,Jakarta Sabtu 5 Januari 2013
(Penyergapan itu terjadi hari Sabtu ,5 Januari 2013 sekitar pukul 07.00 Wita . Densus 88 itu dengan alasan mereka melawan, sehingga ketiga  orang yang juga masih diduga teroris ituDITEMBAK MATI KETIKA BARU KELUAR DARI KEBON KACANG, Kelurahan Kendai,Dompu,Propinsi Nusa Tenggara Barat. Andi Brekellealias Andi Kayamaya  DENSUS 88 MENYITA SENJATA LARAS PENDEK JENIS FN,1 bom pipa siap ledak,4  bom pipa  masih dalam rakitan.Sementara itu aparat kepolisian juga menyita beberapa bahan untuk pembuatan bom seperti urea,asam nitrat,sodium,paku besi dan baterai)
 b. The Jakarta Post : 
 Two of the suspects were killed on Friday at around 7 p.m. local time when police stormed a hideout in Sila Rato, Bima. Three other suspected terrorists were killed in another raid in Dompu regency on Saturday at around 5:30 a.m. local time.
(Dua tersangka Teroris tewas pada hari Jumat sekitar pukul 7 pm waktu setempat ketika polisi menyerbu TEMPAT PERSEMBUNYIAN di Sila Rato, Bima. Tiga tersangka teroris lainnya tewas dalam serangan lain di Kabupaten Dompu, Sabtu sekitar pukul 5.30 pagi waktu setempat.)
Two of the suspects were killed on Friday at around 7 p.m. local time when police stormed a hideout in Sila Rato, Bima regency, West Nusa Tenggara.
Dua tersangka tewas pada hari Jumat di sekitar 7 pm waktu setempat ketika POLISI MENYERBU TEMPAT PERSEMBUNYIAN di Sila Rato, Bima Kabupaten, Nusa Tenggara Barat.
West Nusa Tenggara Police chief Brig. Gen. Mochamad Irawan said Saturday that Densus 88 raided two locations in Dompu regency. “The five suspects were gunned down after they resisted arrest. They were on the police’s most wanted list,” he said as quoted by Antara news wire. “The five planned an act of terror in Bima and Dompu,” he said.
(Kapolda NTB Brigjen. Pol Mochamad Irawan mengatakan Sabtu bahwa DENSUS 88 MENGGEREBEK DUA LOKASI DI KABUPATEN DOMPU.  KELIMA TERSANGKA DITEMBAK MATI SETELAH MEREKA MENOLAK PENANGKAPAN. Mereka berada di daftar paling dicari polisi, “katanya seperti dikutip kantor berita Antara. “KELIMA TERORIS TERSEBUT MERENCANAKAN AKSI TEROR DI BIMA DAN DOMPU,” katanya)
c. Anda tidak usah mencari Berita di TVONE dan METRO TV, karena Berita sudah di Hapus oleh kedua Stasiun Televisi tersebut, berita yangfair hanya ada di ANTEVE DAN dan SCTV, Terima Kasih Kepada Koresponden SCTV  Bima NTB  Sdr. YDH
d. Kapolda NTB, Brigjen Pol Mochammad Iriawan :
  • “Tindakan Densus 88 terhadap dua DPO Poso yang dengan terpaksa dilakukan tindakan tegas karena melawan, hingga keduanya meninggal dunia. Semua penangkapan dilakukan Tim Densus 88 Mabes  Polri,”
  • Dari tempat kejadian perkara (TKP) pertama disebutkan barang bukti yang diamankan berupa sepeda motor dan dua buah senjata pendek, jenis revolver dan FN yang diduga digunakan oleh kedua terduga teroris melawan tim Densus 88.
  • Sementara di TKP kedua, Densus 88 melakukan penindakan terhadap tiga orang terduga teroris, pada Sabtu pagi, pukul 06.30 wita, di Dusun Kandai, Desa Gente, Kecamatan Woja Kabupeten Bima.
  • “Mereka melakukan perlawanan dengan senjata api maupun bom yang diletakkan di badannya,” kata Kapolda.
  • Kapolda menegaskan bahwa  salah seorang terduga teroris menempelkan bom siap ledak di tubuhnya saat melakukan perlawanan terhadap Tim Densus 88. Identitas teroris yang menempelkan bom di badannya tersebut belum diketahui.
2. SEPAK TERJANG DENSUS 88, PEJABAT KEPOLISIAN NTB, BALI DAN KEGIATAN INTELIJEN BIN di wilayah Bima – Dompu – Sumbawa – Lombok – Bali 
a.  KAPOLDA NTB, BRIGJEN POL. MOCHAMMAD IRIAWAN
KAPOLDA NTB, BRIGJEN POL. MOCHAMMAD IRIAWAN, SAAT BERPANGKAT KOMBES, TERLIBAT REKAYASA PENANGKAPAN GAYUS TAMBUNAN DI SINGAPURA
Tentu anda masih ingat Kasus Gayus Tambunan yang Kabur ke Singapura  karena terlibat menggelapkan uang pajak Rp 28 miliar, Ketua Tim penjemput nya Adalah Kombes Pol Mochamad Iriawan yang sekarang menjabat Kapolda NTB menggantikan Irjen Pol Arif Wachyunadi (saat ini Menjabat Kapolda Bali). Gayus ditangkap di Hotel Mandarin, Orchard Road, Singapura, lantai 21 pada pukul 22.15. Namun, Gayus tak langsung diterbangkan di Indonesia. “Penangkapan ini dipimpin oleh Kombes M. Iriawan, Wakil Direktur I Kejahatan Keamanan Trans Nasional”, Namun, skenario penangkapan pegawai Ditjen Pajak tersebut disinyalir hanya untuk mengatrol prestasi. mendongkrak prestasi Satgas Pemberantasan Mafia Hukum dan mendongkrak beberapa kepentingan petinggi di Polri untuk jadi Kapolri,” Gayus disuruh kabur ke Singapura, agar terkesan melarikan diri. Sehingga polisi pun mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO), dan melakukan kerja-kerja hukum.
Seolah olah penangkapan Gayus yang terkesan tidak disengaja, tempat menginap Gayus di Hotel Mandarin Meritus merupakan tempat pengingap orang Indonesia yang kerap jalan-jalan ke Singapura. Kalau Gayus niatnya melarikan diri, tidak mungkin mencari tempat di hotel. Yang lucu dia beli makan dengan bebasnya dan kebetulannya bertemu dengan Denny (Indrayana) dan Ota (Mas Achmad Santosa). Beliau bagian dari Skenario itu, sehingga bisa menjabat Kapolda NTB.
b. KAPOLDA BALI IRJEN POL ARIF WACHYUNADI
Riwayat Jabatan Jenderal Brimob ini hampir seluruh Kariernya di laksanaan di daerah Bali dan Nusra (dulu Bali, NTB dan NTB adalah Polda Nusra) dari Tahun 1984 hingga saat ini. Belum pernah menjabat di Daerah Lain
Saat menjabat Kapolda NTB, berbagai Tindankan Kejahatan kemanusiaan yang di lakukan Oleh Jenderal Polisi Korp Brimob ini,
  • - Mulai dari Penembakan 4 Warga Kec. Woha Kab. Bima yang melakukan Demonstrasi menangkap Oknum Polisi yang Mabuk di Desa Samili Kec. Woha Kab. Bima.
  • - 16 Juni 2010, Penembakan membabibuta 23 Warga Sipil di Kab. Bima menggunakan Peluru Tajam,   8 orang diantaranya harus menjalani Operasi pengeluaran Pelor dari anggota Badannya, diantaranya :
  • - M Daulang (Laju-Langgudu)
  • - Nurdin (RabaKodo – Woha)
  • - Syamsuddin (Rabakodo – Woha)
  • - M. Nur (Woro – Madapangga)
  • - Udin (Woro – Madapangga)
  • - Aswadi (Wera)
  • - Julani (Rada – Bolo)
  • - Arifin (Sakuru – Monta)
  • - Abdullah (Maria – Wawo)
  • - Arajin (Ujung Kalate)
  • - Syafruddin (Ntori – Wawo)
  • - Abdullah Abubakar (Woro – Madapangga)
Korban Luka tembak, Arifin Kuli (38) Warga RT 01/01 Lingkungan Bara Desa Sakuru kecamatan Monta, mengaku tiba-tiba ditembak aparat Kepolisian saat mengendarai sepeda motor dijalan gatot soebroto, tepatnya didepan Pengadilan Agama (PA) Raba. Tidak hanya itu, pelipis kirinya juga dipukul aparat dengan monsong senjata api hingga akhirnya pingsan.
“saat itu sebenarnya saya ingin menuju rumah sakit, karena ada kerabat yang dirawat disini karena kecelakaan. Tiba-tiba saja paha kiri saya ditembak. Padahal saya tidak pernah ikut aksi itu”. Ujarnya. (SUMBER: BIMA EKSPRES, 16/6, hal 1)
Sedangkan 51 orang yang luka-luka akibat bogem mentah, popor senjata dan rotan/pentungan kepolisian diamankan digunung dua, guna mendalami aksi tersebut, kepolisian Resort Kota Bima (Polresta), selasa (15/6) memeriksa dan mengambil keterangan sejumlah 49 orang yang sebelumnya diamankan disel tahanan Gunung Dua.
Kasat Reskrim Polresta Bima, AKP Yuyan Priatmaja SIK menyatakan, jumlah oknum massa yang diperiksa sebanyak 49 orang, dari jumlah tersebut, satu orang telah ditetapkan menjadi tersangka. (SUMBER: SUARA MANDIRI, 16/6, hal 4)
  • Kasus penembakan 13 orang Warga desa Parado yang menolak Tambang Emas di desa Parado Kab. Bima
  • Penembakan 89 orang Lambu Sape Kab. Bima tanggal 24 Desember  2011 yang menolak Tambang emas, akibat kejadian tersebut 2 orang warga tewas ditembak kepalanya dan 1 orang saksi dibawa tiga hari berikutnya dikembalikan dalam keadaan tewas… bahkan Mayat di injak kepalanya kemudian di tendang, ada juga Korban seorang Wanita, ditangkap, kemudian disuruh lari dan ditembak dari belakang, setelah dibawa ke Puskesmas korban terwakan dan lebih biadab  lagi 7 orang anak kecil yang sedang bermain Bola dipukul kepalanya sampai Bocor, ada seorang anak kecil yang sudah mengangkat tangan, tangan tersebut ditembak, tidak sampai di situ, Kasat Reskrim  Polres Bima saat itu pun mengambil Bagian, terlihat di dalam rekaman Video, Oknum Polisi ini “MENGANCAM, MENCABUT PISTOL DAN MENEMBAK LANGSUNG KE ARAH WARGA, tidak berhenti sampai disitu, Keparat inipun menyeret Korban dan menginjaknya termasuk seorang ibu ibu… semuanya ada dalam Gambar dan rekaman Video.  Kapolres Bima adalah Kapolres yang selama 20 Kariernya menjabat di daerah Tambang, Mulai dari Bangka Belitung, Dompu hingga Bima. Mengapa Kapolda ini sangat Keukeuh membela pemilik Modal ? dan menciptakan kondisi yang menakutkan di Bima dan NTB ?  Karena banyak Tambang di NTB adalah milik Pejabat Kepolisian seperti di Kec. Wera Kab. Bima adalah Milik Anak Wapolri Fauzi bin Nana.
IRJEN POL ARIF WACHYUNADI, SAAT MENJABAT KAPOLDA NTB, TERLIBAT DALAM KEJAHATAN KEMANUSIAAN , PEMBANTAI WARGA BIMA DAN MELAKUKAN PEMBIARAN TERJADINYA PERKELAHIAN MASSAL DAN PEMBUNUHAN DI WILAYAH NTB
ketidak berdayaan KOMNAS HAM perempuan :
Kondisi Korban saat ini : http://www.radar-bekasi.com/?p=23785
Tidakan Brutal Kasatreskrim Polres Bima AKP Yuyan Priatmaja SIK :
Korban
Komnas Ham cuap-cuap :
KRI Teluk Bone Milik Besan Wakapolri mendarat di wera Bima menurunkan alat Tambang :

SAMPAI SAAT INI PENYELESAIN PERMASALAHAN INI TIDAK JELAS, ADA MAIN MATA ANTARA PUSAT, KOMNAS HAM DAN KEPOLISIAN

  • Polda NTB membackingi pengusaha Tambang :
  • http://manggelewadompu.blogspot.com/2011/03/kapolres-dompu-aparat-tetap-netral.html
  • Polda NTB melakukan teror warga Bima Dompu dengan melemparkan Isu adanya Bom :
  • http://www.babuju.com/2012/04/terror-bom-kembali-terjadi-di-kota-bima.html
  • Kasus pembunuhan di Lombok, dengan Isu Penculikan, Polda NTB hanya diam saja, tidak melakukan antisipasi, dan cenderung melakukan Pembiaran… demikian pula kasus pembunuhan dan kekacauan di beberapa daerah di Bima Biang keroknya adalah Oknum anggota Polisi, Brigadir Tamrin (terlibat pembalakan liar di Tambora) dan melelang Benhur / Andong warga Sie Kab. Bima.
  • Kasus Perkelahian antar Warga di Bima biang keroknya adalah Kepolisian, melakukan pembiaran, tidak melakukan penangkapan pelaku tindak kejahatan, di Desa Waro dan Sie, Brigadir Tamrin menyita kendaraan Benhur warga kemudian melelangnya.
c.         Pengiriman Senjata Densus dan BIN melalu Lombok hingga ke Bima Dompu.
  • Tanggal 06 Desember 2012, Direktur IV / Penindakan BNPT Brigjen Pol Petrus Golose mengumpulkan seluruh aparat BIN di NTB, dan menjelaskan tentang adanya Rencana Teroris Poso melakukan Pengeboman di Bali (BUKAN DI Bima dan Dompu) pada malam Natal dan Tahun Baru, tapi kegiatan ini tidak terbkti sampai sekarang. Dia juga mebawa anggotanya termasuk Kombes M. Pelaku pemecah Kaca Mobil Abu Bakar Ba’asyir saat penangkapan beliau.
  • Tanggal 03 Januari 2013, seorang Angota BIN, terbang dari Bima menuju Bandung menggunakan pesawat Wings Air, Anggota BIN ini membawa 8 (delapan) butir peluru Kaliber 7,62 mm, setelah tiba di Bandung 2 butir peluru dinyatakan Hilang, pertanyaannya adalah, untuk apa seorang anggota BIN membawa Peluru kaliber sedang ? Peluru jenis ini biasanya di gunakan oleh Sniper, anda jangan Kaget, senjatayang dibawa Anggota BIN ini adalah Styer.
  • Sejak tanggal 23 Desember 2012, beberapa Agen BIN dan Densus melintasi Lombok-Bima, terbukti di BIL (Bandara Internasional Lombok) tercatat ada 56 pucuk senjata masuk di NTB, dengan 13 kali penerbangan menggunakan Lion Air dan Wings Air….
  • Tanggal 06 Januari 2013, beredar Isu yang sengaja dihembuskan oleh Agen BIN dan Kepolisian bahwa Orang Lombok akan mewaspadai Orang Bima yang menggunakan Jubah memasuki Lombok, setelah di cek dilapangan ternyata Hal itu tidak benar, Porsentasi Pengguna Jubah di NTB lebih banyak Orang Lombok yang menggunakan Jubah daripada Bima dan Dompu. Untuk menciptakan Kondisi seolah Olah suasana Mencekan dan akan ada Aksi Balasan dari Orang terduga Teroris, Kapolda NTB mengeluarkan perintah memperketat penjagaan di seluruh pintu masuk baik pelabuhan, terminal, Bandara dan asrama Kepolisian, hal ini sudah tidak aneh lagi, Karena mereka ahli menciptakan Kondisi demikian, sama seperti mereka terlibat bentrok dengan TNI atau Ormas, kemudian melakukan Sweeping…. Sudah Basi.
d.         Sepak Terjang Pejabat Densus 88
Densus 88 adalah satuan Amerika dan Australia yang bertugas di Indonesia, menkampanyekan Agenda Barat tentang pemberantasan Tindak Pidana Teroris. Mereka memiliki Logo Burung Hantu, ini menandakan mereka adalah Orang Galilea Yahudi, Satuan ini diambil dari personel Gegana emiliki Unit yang disebut Unit Zibom, 87 % anggotanya beragama Nasrani, dan memiliki Logo yang sama persis dengan Bendera Israel. Kelompok Densus 88 ini, selalu menembak mati orang yang terduga Teroris, Jika salah menembak mereka langsung mengalihkan ke Daerah Lain seperti Contoh Kasus, Penembakan Pos Polisi di Solo, pelakunya sudah dilumpuhkan dan 1 orang anggota Densus 88 tertembak, Pertanyaannya adalah, Siapa yang menembak Anggota Densus tersebut ? kejadian sebenarnyaadalah Salah Tembak, Anggota Densus 88 yang tertembak ini adalah “POLISI BODOH” dia salah tembak, saat akan mengekusi terduga teroris tersebut, dia mengarahkan senjatanya di bagian Kepala Korban, dia tidak tahu bahwa Peluru memantul dan mengenai Dadanya disebelah Kiri, karena salah target, kemudian Densus 88 mengalihkan kejadian di Depok…… Sama dengan kasus di Bima, awalmulanya di Poso, pelakuknya sudah ditangkap, kok pelakunya ada di Bima dan Dompu ?
TUKANG JAGAL BNPT, KOMBES POL. MATHINUS H. KELOMPOK GORIS MERE & PETRUS GOLOSE
BRIGJEN POL, PETRUS GOLOSE, DEPUTI IV / PENINDAKAN BNPT, KEMANA DIA PERGI SELALU KOMPOL MERTHINUS ADA DISAMPINGNYA, FOTO INI SAAT MEREKA MELAKUKANKESALAHAN MENEMBAK ORANG TERDUGA DI SOLO DAN MEMINTA DIBACK UP OLEH GRUP-2 KOPASSUS,……
IRJENPOL GORES MERE, INILAH WAJAH DENSUS 88 DIDIKAN JERUSSALEM DAN VATIKAN
…….PETRUS GOLOSE, MARTHINUS DAN GORES MERE DAN SATU LAGI ADALAH IRJEN POL EDWARD ARITONANG ADALAH PERWIRA LULUSAN AKPOL TITIPAN VATIKAN DAN ISRAEL, SELALU MENGUNJUNGI AMERIKA, ISRAEL, ITALIA DAN PRANCIS. DIMANA ADA 4 ORANG INI MENJABAT, SELALU ADA KASUS TERORIS, SAAT KASUS DI SOLO KAPOLDANYA ADALAH EDWARD ARITONANG TERMASUK PERMASALAHN SYEH PUJI. 4 orang ini merekrut sendiri Personel Densus 88 yang diambil dari Personel Gegana di Unit Zibom 87 % adalah Nasrani, hal ini menimbulkan ketegangangan di antara Korps Brimob mengenai masalah wewenang Tugas. Baik permasalah Agama, yang Muslim selalu memprotes tindakan berlebihan yang dilakukan oleh yang beragama Nasrani terhadap tawanan. demikian Pula kecemburuan Gegana terhadap Densus, yang menindak sebenarnya adalah personel Gegana tapi yang selalu dimunculkan adalah Densus 88, pasukan bentukan Kolonel Green, mantan Delta Forces Amerika, melatihnya hanya 1,5 bulan, bertepatan dengan Bom Bali….
DEMIKIAN KEJADIAN AWAL DAN URUT-URUT KEGIATAN CIPTA KONDISI DI  BIMA-DOMPU-SUMBAWA-LOMBOK…..
Saatnya Kita membahas Proyek penindakan REKAYASA TERORIS DI BIMA, DOMPU, SUMBAWA DAN LOMBOK oleh Pasukan Saleb Jesus 88 dan BNPT           
1. Tanggal  04 Januari 2013 jam 15.00 witeng,  anggota Densus 88 mengejar orang  yang di duga Teroris hingga di desa Madapangga, bukan di desa Rato Tapi di Madapangga, orang yang diduga teroris pelarian dari Poso itu bernama Bahtiar berangkat dari dari Bima menuju Dompu menggunakan Sepeda Motor untuk menjual Roti. Saat memasuki daerah Madapangga, tiba-tiba beberapa anggota Densus Sepeda Motor tersebut dan (berdasarkan keterangan Polisi) terjadi tembak menembak antara Densus 88 dengan Bahtiar, akibat kejadian tersebut Srd. Bahtiar tewas ditempat dengan Luka tembak di beberapa bagian Tubuh diantaranya Bagian Kepala dan Dada, Korban tergelatak di sebelah Kanan Jalan disamping Sepeda Motornya,  Berdasarkan keterangan Warga, Warga hanya mendengar 13 kali letusan Senjata… dan di TKP ditemukan 13 butir Selongsong Peluru kaliber 9 milimeter.
Setelah penembakan di Madapangga Kab. Bima kemudian pada jam 17.00 Densus menggerebek sebuah Rumah dan menembak Mati orang yang diduga teroris di daerah Sila Rato Kec. Bolo Kab. Bima,  bernama Roy alias Mohammad Rizal Efendi, warga Sulawesi Selatan… dan satu orang melarikan diri. (berdasarkan keterangan Polisi
Selanjutnya 1 org yang tertangkap atas nama  Dimas Antasari, Warga Sadia II Mpunda Kota Bima (saat penyergapan di Dompu, ditemukan tewas dengan luka tembak dibeberapa bagian tubuh). 2 Jenazah dibawa oleh Brimob dan Densus 88  menuju Mataram  melalui Jalur Darat, dan diterbangkan ke Jakarta.
Barang Bukti  1 pucuk senjata Taurus (sejenis Air Soft Gun), 6 Butir Peluru, dan belakangan 1 unit Sepeda Motor.
1)  Mari Kita menganalisa kejadian pertama ini dan sesuaikan dengan keterang Pejabat Kepolisian di atas.
a. Di Bima ada 2 Kejadian, kejadian pertama di Kec. Madapangga Kab. Bima, Densus 88 menembak Mati Sdr. Bahtiar saat melintas di jalan perbukitan yang sepi di daerah Madapangga, Sdr. Bahtiar adalah Warga Bima yang berprofesi sebagai Pedagang Roti keliling. Saat kejadian Polisi mengatakan bahwa Sdr. Bahtiar adalah DPO yang terlibat penembakan Polisi di Poso, Dari keterangan Warga dan Tetangganya bahwa Sdr. Bahtiar tidak pernah keluar dari Pulau Sumbawa apalagi ke Poso. Tentu ini adalah alasan Polisi untuk mengelabui Publik tentang tindakan brutal dan semena-mena yang dilakukannya selama ini.
Tentu kita perlu mempertanyakan pernyataan Kapolda NTB, Kadiv Humas Mabes Polri bahwa Korban melawan dan terjadi Konta tembak, Bagaimana mungkin seorang penjual Roti bisa melakukan perlawanan terhadap aparat Densus 88 sedang dia sedang mengendarai kendaraan dan membawa dagangannya ? teori apapun tidak akan ketemu kecuali. Sdr. Bahtiar sudah ditargetkan untuk di eksekusi ditempat yang sepi dan daerah perbukitan yang jarang dilintasi orang. Tentu anda akan bertanya mengapa sampai ada 13 butir selongsong Peluru di TKP ? Hal ini membuktikan bahwa Sdr. Bahtiar tidak dalam posisi Diam melainan bergerak karena dia mengendarai sepeda Motor, untuk menghentikannya Densus 88 meberondongnya dengan menembak beberapa kali ke arah Sdr. Bahtiar. Aoutopsi Luka yang berada di tubuh Sdr. Bahtiar adalah di ditembak dari samping arah 45 derajat – 70 derajat, sdr. Bahtiar membelakangi tim Eksekusi Densus 88, apakah ini yang dinamakan tembak menembak dan melawan ?
b. Kajadian kedua terjadi di Desa Sila Rato, Kec. Bolo Kab. Bima korbannya adalah Roy alias Mohammad Rizal Efendi, warga Sulawesi Selatan, Roy memiliki Istri orang Bima yang berdomisili di Desa Sila Rato. Polisi selalu mengatakan bahwa Korban melawan dan terjadi tembak menembak. Bagaimana mungkin terjadi tembak menembak sedangkan di tubuh sdr. Roy terdapat 2 Luka tembak bagian Dada dan Kepala dan terdengar 2 kali letusan senjata, dan di TKP ditemukan sebuad Katepel. Awalnya Polisi mengatakan di TKP ditemukan senjata Taurus dan 6 Butir Peluru, kemudian laporan ke Polda dan Mabes Polri di Ralat, bahwa  Di TKP ditemukan Pistol FN dan 6 butir peluru kaliber 9 mm.
Mengapa Polisi merubah merubah keterangan Barang Bukti, seolah olah terjadi tembak menembak ? Pistol Taurus adalah jenis Air Sift Gun, sangat aneh jika menggunakan Peluru kaliber 9 milimeter. Bertambah lagi rekayasa Kepolisian mengatakan bahwa di TKP ditemukan Pistol FN dan Peluru kaliber 9 mm, Pistol FN pabrik Colt Amerika berkaliber 11 milimeter…. Polisi Lucu kan ? atau teroris yang Bodoh ?
2. Tanggal 05 Januari 2013 jam 05.15, 22 orang personel Densus 88, kembali melakukan pengejaran hingga ke sebuah Kebun di Dusun Ginte. Desa Kandai II Kec. Woja Kab. Dompu (1,3 Km dari Terminal Bus Ginte) , dulunya kebun ini adalah bekas Perkebunan Jambu Mete, milik PT BA (Bali Anarkadia), kemudian dikuasai oleh Warga bernama Tasrif Ta’ami dan digarap oleh Sdr. Abdullah Seno.  Berdasarkan keterangan Polisi, saat penggerebekan di sebuah Gubuk, (BUKAN PONDOK PESANTREN) terjadi kontak tembak antara Densus dan Teroris, akibat dari kejadian tersebut, 3 orang yang diduga teroris tewas ditembak Mati karena melawan, 1 orang melarikan diri dan ditemukan Barang Bukti berupa Bahan Peledak. 3 orang tersebut bernama :
a. Faiz, Warga Jln. Pulau Madura 015/Gebang Rejo Poso Kota
b. Rozi Malingga, Warga Jln. Pulau Jawa-1 Gebang Rejo Poso Kota
c. Riswanto, Warga Ratolene, Kasiguncu, Poso Pesisir.
Polisi mengeluarkan 4 katong Mayat, 3 untuk jenazah, sedangkan 1 lagi adalah untuk Barang Bukti. Kemudian jan 08.03 ketiga jenazah tersebut di Bawa ke RS. Bhayangkara Mataram melaui Darat menggunakan Mobil KIJANG INOVA NOPOL “EA 2110 Y” mobil ini juga yang mengangkut Mayat saat penembakan di Pondok pesantren Umar Bin Khatabkemudian setelah tiba di Mataram ke 3 jenazah tersebut diterbangkan ke RS. Polri Kramat Jari Jakarta Timur.
2) Mari kita menganalisa Kejadian di Dompu
LOKASI PENYERGAPAN DI DOMPU DI KEBUN KEDELAI EKS LAHAN PT. BALI ANARCADIA (PENGUSAHA BALI) YANG DIKUASAI WARGA, 3 KMDARI TERMINAL GINTE
  • Pejabat Kepolisian di atas menyatakan bahwa terjadi Baku tembak, dan orang terduga Teroris melawan, mengapa di TKP tidak ditemukan Barang Bukti berupa Selongsong peluru dan Senjata milik terduga Teroris ? POLISI BERBOHONG.
  • Saat memasukkan 3 Mayat kedalam Kantong Jenazah, Polisi mengeluarkan 4 Kantong Jenajah, bahwa kantong Jenazah yang lebih adalah Barang Bukti. Kemana tawanan yang bernama Dimas Antasari, Warga Sadia II Mpunda Kota Bima yang ditangkap di Sila Rato ?
Jika benar Bahwa Kantong jenazah yang lebih adalah Barang Bukti, di TKP Barang Bukti adalah beberapa Bom dan bahan pembuat Bom, ALANGKAH AMATIR DAN BODOHNYA DENSUS 88, Mengamankan Bom dalam Kantong Jenazah, bagaimana jika terjadi getaran dan memicu Detonator ? POLISI BERBOHONG
  • Polisi mengatakan bahwa orang terduga teroris, sudah menyiapkan diri, dengan memasang Bom di Badannya (Brigjen Pol. Petrus Golose selalu mengatakan bahwa “teori dan Taktik apa yang digunakan, jika ada pelaku Bunuh diri yang memasang Bom di badannya”). Jika benar bahwa terduga Teroris memasang Bom di Badannya, mengapa pada saat mereka disergap TIDAK MELEDAKKAN DIRINYA atau pada SAAT MEREKA DI TEMBAK BOM YANG ADA DIBADAN MEREKA TIDAK MELEDAK ?, kecuali mereka di bawa ke TKP  sudah dalam keadaan Mati atau mereka sebenarnya sudah ditangkap dan dieksekusi di Lahan milik PT. Bali Anarcadia yang sepi dan sudah ditinggalkan ? POLISI BERBOHONG
  • Lahan tempat penggerebekan terduga Teroris oleh Densus 88, dulunya adalah milik PT. BALI  ANARCADIA, pemilikannya oleh Orang Bali, menguasai Lahan seluas 5.540 hektar, ini adalah Perusahaan Nakal, termasuk di Daerah Calabai dan Sanggar. Tanggal 01 Maret 2010 perusahaan ini pernah dipanggil oleh Wakil Gubernur NTB. Berkaitan dengan penaman Modal yang tidak jelas. Ada pejabat-pejabat Pusat yang ingin menguasai Lahan ini, terutamaJenderal-jenderal Polisi yang memasuki Masa Pensiun, sihingga lahan ini dijadikan daerah Latihan Pembantaian Umat Islam yang dituduh sebagai teroris, terbukti dengan tingginya Intesitas kunjungan Pejabat Pusat ke NTB, Oknum BPN NTB bermain petak umet dalam Hal ini, termasuk Lahan Tambak Udang di Laju, (jangan heran Laju, Sie, Karumbu, Simpasai dan Waro selalu ribut) hal ini sengaja dilakukan pembiaran oleh Polres Bima.
Didekat TKP juga terdapat Lahan Penggilingan Batu Milik PT 35 DOMPU. MILIK SIAPA HAYOOOO?  Dalam hal ini secara Tidak langsung Polisi ingin melakukan Pembebasan Lahan berarti ? POLISI BERBISNIS
3. Sebelum kejadian tanggal 04 dan 05, 11 hari sebelumnya banyak orang BIN dan aparat Intel memasuki Bima dan Mataram baik melalui Darat maupun Udara, tercatat 48 pucuk senjata masuk di Transkrip Bandara BIL,  menggunakan Pesawat Lion Air dan Wings bahkan Tanggal 03 Januari seorang anggota BIN, terbang dari Bima menuju Bandung emnggunakan pesawat Wins Air  membawa 8 Butir Munisi Kaliber 7,62 mm (kemungkinan senjata yang di bawa senapan Runduk / Sniper Styer AUG) setelah ti ba di Bandung 2 butir Munisinya Hilang di Pesawat.
4. Tanggal 25 Desember 2012, Kapolda Bali (mantan Kapolda NTB) menghubungi Kapolda NTB, berkaitan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru, agar mengantisipasi terjadinya tindakan Teroris di Bali, suatu ketakutan yang Luar Biasa, meminta kepada Kapolda NTB untuk melakukan aksi sebelum terjadi di Bali, ternyata tidak ada satupun Teroris yang merencanakan kegitan teroris di Bali SAAT Natal dan Tahun Baru. ‘kelompok yang di Bima segera diselesaikan, jangan sampai masuk ke Bali”. (Jika anda tidak percaya, silahkan tanyakan ke Korspri Kapolda NTB, apakah demikian rekaman pembicaraannya)  Untuk menutupi Malu bahwa analisa intelijen mereka selama ini salah, orang Bali selalu dikondisikan dan dicuci otaknya bahwa mereka atau Bali selalu diancam akan di Bom oleh teroris, jika keadaan demikian, Tanah –tanah orang Bali akan dikuasai oleh asing dan Investor, sehingga banyak warga bali yang keluar dari Bali, karena sudah tidak memiliki Tanah dan Lahan Garap, mereka keluar dari dan merambah di wilayah Sumbawa dan Dompu.
5.  Jabatan di Kepolisian itu memang unik, APAKAH INI SECARA KEBETULAN, KAPOLDA NTB, KAPOLDA BALI DAN KAPOLDA YANG DI POSO ADALAH ORANG JAWA BARAT, BAHASA BIMANYA “DOU SUNDA”
KEJADIAN SEBENARNYA BOM BALI ADALAH, WARGA BALI MENOLAK PEMBANGUNAN MASJID DAN MELEMPAR KEPALA BABI KE DALAM BEBERAPA MASJID DI BALI. INILAH PENYEBABNYA BALI DI BOM 2 KALI.
YANG INGIN MEMBANTAH SILAHKAN, YANG SAKIT HATI SILAHKAN. SAYA BERHARAP, SELURUH WARGA BIMA, DOMPU, SUMBAWA DAN LOMBOK, KALIAN ADALAH SAUDARA, JANGAN MAU DIADU DOMBA, JIKA KALIAN RIBUT, SETAN SETAN JADDAH INI SEDIKIT DEMI SEDIKIT MENCURI KETENANGAN KALIAN, MENGAMBIL TANAH DAN MILIK KALIAN, MENGUASAI NEGERI KALIAN….
DEMI ALLAH DAN RASUL…. ORANG-ORANG YAHUDI DAN NASRANI SERTA ORANG YANG RAKUS TIDAK AKAN PERNAH SUKA KEPADA KALIAN, HINGGA KALIAN PECAH TERCERAI BERAI.
Demikian artikel tersebut diterima KabarNet via Email (La Lumba Balumba).

Nigeria : Konflik Sektarian Atau Perang Terhadap Islam?

 
 
 
 
 
 
Rate This

Orang Kristen yang keberadaan mereka kuat di enam belas wilayah bagian selatan, dan mereka menguasai kekayaan minyak, polisi, dan militer.
Nigeria kembali bergolak, setelah sempat mereda.  Ratusan orang meninggal dan terluka, dalam sebuah genosida yang oleh sebagian digambarkan sebagai perselisihan sektarian. Perselisihan antara  kaum Muslim dan Kristen di negeri Islam, Afrika yang multietnis dan suku. Penduduk  Nigeria sendiri mencapai mencapai 160 juta jiwa.
Meningkatnya kekerasan bulan terakhir ini, menimbulkan banyak pertanyaan tentang realitas konflik ini. Siapa yang berada di belakangnya? Siapa sesungguhnya yang memanfaatkannya? Apakah itu adalah konflik antara kekuatan yang sama, atau perang yang dilakukan oleh orang Kristen dan Barat terhadap kaum Muslim di Nigeria, yang menurut data beberapa statistiknya jumlahnya antara 60 -75 persen.
Mayoritas yang Tertindas
Konflik di Nigeria sebenarnya tidak dapat dimasukkan dalam “konflik sektarian” dengan alasan apapun. Sebab yang terjadi adalah pembantaian terhadap kaum Muslim, sebagai warga mayoritas. Ini merupakan sesuatu yang belum terjadi sebelumnya, di mana warga mayoritas tertindas di negeri mereka sendiri. Namun di Nigeria berbeda. Meskipun keberadaan Islam sangat kuat di 19 wilayah bagian utara yang dihuni oleh suku Hausa dan Fulani, di mana jumlah kaum Muslim di sana mencapai 95 persen, dan lebih dari 12 wilayah di bagian utara menerapkan syariah Islam, termasuk minoritas Muslim di selatan, tetapi Muslim Nigeria menderita kemiskinan dan marjinalisasi.
Sebaliknya, orang Kristen yang keberadaan mereka kuat di enam belas wilayah bagian selatan, dan sebagian besar dari mereka berasal dari dari suku Ibo, mereka menguasai kekayaan minyak yang menjadikan Nigeria eksportir minyak utama di Afrika. Mereka juga menguasai semua perusahaan dan lembaga keuangan, keamanan dan kebijakan pemerintahan. Hal inilah yang membuat seorang Muslim sulit—meskipun ia memiliki keahlian dan ilmu yang berkualitas—untuk mendapatkan pekerjaan di lembaga pemerintah atau non-pemerintah, selama ia masih menyandang nama Muslim, kecuali ia masuk Kristen dan melepaskan agamanya, serta rasnya dari kaum Muslim.
Hal yang sama terjadi di wilayah di Nigeria tengah, yang warganya merupakan campuran dari dua komunitas, atau di wilayah utara yang mayoritas Muslim. Di kawasan itu kelompok Kristen ekstrim melakukan genosida terhadap kaum Muslim, dengan sepengetahuan pasukan pemerintah dan militer. Ini terjadi karena non-Muslim memonopoli penuh kekuasaan terhadap militer dan polisi dengan bantuan Presiden Nigeria dan pemerintahannya.
Perang Tertutup
Sungguh siapa pun yang mencermati jumlah dan besarnya pembantaian yang dilakukan terhadap kaum Muslim oleh kelompok ekstrimis Kristen pada tahun 1990, 1994 dan 1995, maka sangat dipahami bahwa peristiwa itu tidak dapat dilihat sebagai konflik sektarian. Hal ini diperkuat dengan apa yang terjadi di tahun 2000. Saat itu orang Kristen dengan bantuan  militer melakukan pembantaian di Kaduna. Akibatnya ribuan kaum Muslim meninggal, sementara ribuan dari mereka melarikan diri ke kota-kota sekitarnya. Mereka membakar harta benda milik orang-orang kaya kaum Muslim. Begitu juga apa yang terjadi di tahun 2004, 2010, dan 2011. Dan itulah yang diulang dan terus diulang sekarang di wilayah-wilayah dan waktu yang berbeda, sehingga mengakibatkan ribuan kaum Muslim meninggal.
Barat benar-benar berusaha memanfaatkan operasi kelompok “Boko Haram”—yang dalam bahasa Arab berarti “pendidikan Barat adalah haram”.  Kelompok ini muncul untuk menyerukan boikot terhadap segala sesuatu yang berbau Barat, serta menyerukan penerapan syariah Islam—untuk  menggambarkan persoalan itu sebagai perang sektarian,  atau bahwa kelompok “teroris Muslim” adalah mereka yang melakukan pembantaian ini. Inilah yang tampak jelas dari reaksi Barat.
Sementara Barat selalu menutup mata terhadap operasi pembantaian, penyiksaan, pembakaran orang dan harta benda jika itu dilakukan terhadap kaum Muslim. Sementara itu, Barat tampak bereaksi begitu keras atas sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh kelompok “Boko Haram” dengan menyebutnya sebagai indikasi besarnya pertumbuhan “kekuatan kelompok fundamentalis” di Nigeria. Maka Barat menegaskan pentingnya untuk melawannya dengan keras dan tegas.
Mungkin ini yang memberi lampu hijau kepada pasukan pemerintah untuk melakukan genosida terhadap anggota kelompok tersebut. Hal itu tampak dalam rekaman yang disiarkan oleh Al Jazeera pada tanggal 9 Februari 2010, bagaimana pasukan pemerintah dan militer Nigeria menerapkan eksekusi terhadap sejumlah penduduk sipil, bahkan ada dari mereka tidak bisa berjalan di atas kakinya. Mereka dengan darah dingin menembak setiap kepala dari warga sipil itu secara brutal, jauh dari norma dan hukum agama manapun. Apalagi pembantaian yang dilakukan terhadap kaum Muslim ini terus berkelanjutan dengan keterlibatan polisi dan tentara.
Semua ini menunjukkan dengan sangat jelas bahwa apa yang terjadi adalah perang tertutup terhadap Islam yang melibatkan lembaga-lembaga negara yang dikendalikan oleh kaum Kristen dan didukung oleh Barat. Tujuannya  untuk melenyapkan Islam yang ada di negeri itu.
Kondisi ini muncul ketika peran negeri-negeri Arab dan Islam hilang. Pasca peristiwa 11 September, bantuan dari negeri-negeri Arab dan Islam, tidak ada. Lembaga-lembaga sosial Islam banyak yang ditutup karena dianggap organisasi teroris.  Padahal dulunya lembaga sosial Islam inilah yang banyak berperan membantu kaum Muslim Nigeria dalam menghadapi kemiskinan, kurangnya kesadaran agama, kelemahan budaya dan penyebaran kebodohan, khususnya pada saat gencarnya pemerintah dalam memerangi berdirinya sekolah-sekolah berbau Arab dan Islam.  [] FW dari berbagai sumber
Box :
Boko Haram
Boko Haram didirikan tahun 2002 oleh seorang ‘alim islami Mohammed Yousuf rahimahullah.  Ia ingin berjuang untuk Islam di Nigeria dengan jamaah ini. Gerakan tersebut bermula dengan mengharamkan pendidikan Barat kemudian meluas ke perjuangan untuk menerapkan syariah.
Gerakan tersebut berawal dengan dakwah secara damai sampai serangan-serangan penguasa pada masa Jonathan terhadap jamaah tersebut meningkat drastis.  Pemimpin Boko Haram kemudian dibunuh secara keji pada 30 Juli 2009. Terjadilah serangan penguasa yang didukung oleh Amerika kepada Islam dan kaum Muslim. Semua itu membuat jamaah membela dirinya dengan aksi-aksi fisik.
Aksi-aksi fisik dan pemboman dikaitkan  kepada jamaah tersebut.  Sebagian dilakukan oleh jamaah tersebut untuk membela diri.  Sebagian lainnya dilakukan oleh penguasa dan antek-antek negara-negara besar, khususnya Amerika dan Inggris yang bersaing di Nigeria.  Hal itu untuk mengadakan justifikasi bagi intervensi keamanan di Nigeria dengan alasan membantu negara Nigeria dalam memerangi terorisme dan dengan klaim menjaga keamanan di Nigeria.
Rezim Jonathan berusaha menciptakan suasana perang sipil antara kaum Muslim dan Nasrani melalui serangan-serangan terhadap gereja dan masjid.  Hal itu tampak jelas dalam pernyataan Jonathan pada tanggal 8 Januari 2012.  Khususnya pemimpin jamaah sekarang ini Aboe Bakar Mohammed Shekau telah menyatakan pada tanggal 12 Januar 2012 bahwa tidak ada hubungan antara mereka dengan serangan-serangan itu.
Negara-negara besar, khususnya Amerika, menghegemoni Nigeria sebab Jonathan termasuk antek Amerika.  Sementara Inggris dahulu memiliki pengaruh di Nigeria.  Negara-negara ini tidak perhatian untuk membantu Nigeria ataupun menjaga keamanannya.  Akan tetapi keduanya saling bertarung di Nigeria untuk menghegemoni minyaknya dan untuk menjadikan Nigeria sebagai pusat bagi pengaruh yang dijadikan titik tolak di Afrika

Pembantaian Terhadap Jamaah “Boko Haram” di Nigeria Cermin Penindasan Negara Sekuler Terhadap Setiap Keinginan Untuk Menegakkan Islam


Jamaah Islam “Boko Haran” didirikan di Nigeria pada tahun 2004 di wilayah utara Nigeria. Jamaah ini sebagaimana jamaah-jamaah Islam yang lainnya, yang banyak tersebar di utara Nigeria juga menyerukan penerapan hukum syariah Islam secara menyeluruh (kaffah) pada semua aspek kehidupan di dalam negara Nigeria.
Sementara itu, penerapan hukum syariah Islam yang hanya terbatas di dua belas wilayah Nigeria yang ada di utara saja, belum juga memuaskan masyarakat bahwa Islam telah diterapkan di Nigeria. Keadaan inilah yang mendorong jamaah “Boko Haram” menyerukan secepatnya tuntutan penerapan hukum Islam di Nigeria, dan secepatnya mendirikan negara Islam yang sesungguhnya di sana.
Meskipun negara Nigeria yang lebih dari separuh penduduknya memeluk Islam, dan juga memperhatikan penerapan syariah Islam secara terbatas di wilayah-wilayah utara saja, namun negara Nigeria masih saja melakukan kekerasan dan kekejaman terhadap setiap bentuk seruan penerapan Islam yang sesungguhnya di wilayah-wilayah itu. Pemerintah Nigeria melakukan penekanan dan pengekangan terhadap seruan apapun yang bertujuan untuk mempersatukan rakyat Nigeria di bawah bendera akidah Islam, dengan alasan adanya pluralisme agama dan etnis di Nigeria.
Berdasarkan historis diketahui bahwa wilayah utara Nigeria merupakan pusat negara-negara Islam terbesar di benua Afrika. Bahkan kelompok etnis Hausa telah berhasil menyatukan semua kelompok etnis lainnya dalam naungan Khilafah Islam yang satu di wilayah utara.
Akan tetapi, sejak Inggris berhasil menduduki negeri ini, menghapus negara Islam di wilayah utara, dan kemudian menggabungkannya dengan wilayah-wilayah Kristen di selatan. Semua ini dilakukan oleh Inggris supaya tidak ada lagi di Nigeria mayoritas Muslim yang akan menegakkan Khilafah Islam kedua kalinya di Nigeria.
Setelah Inggris keluar secara formal dari negeri ini, Inggris banyak terlibat dalam berbagai peperangan etnis antara umat Islam dengan Kristen, dan terlibat dalam peperangan lainnya antara berbagai etnis yang berlangsung dalam waktu yang lama. Hal ini dilakukan agar aspek nasionalisme yang dominan hingga mengalahkan aspek agama dari tengah-tengah kaum Muslim Nigeria.
Meskipun sebagian besar dari para penguasa Nigeria yang telah menduduki pemerintah sejak kemerdekaan adalah berlatar belakang fundamentalisme Islam, namun pusat kekuatan ekonomi dan politik di Nigeria masih saja di tangan kaum Kristen di selatan, di mana mereka masih mendominasi minyak, industri, dan perdagangan dalam negeri. Sementara kaum Muslim hanya hidup dari sektor pertanian dengan kondisi perekonomian yang terbelakang.
Sesungguhnya realitas yang sulit ini, telah dihadapi oleh kaum Muslim sejak puluhan tahun, sehingga dari kondisi ini telah melahirkan berbagai gerakan Islam sebagai reaksi atas realitas yang menyakitkan dan menyedihkan ini, dengan menuntut penerapan Islam dan pendirian Negara Islam.
Adapun kelompok terakhir di antara beberapa kelompok Islam yang didirikan atas dorongan tersebut adalah gerakan “Boko Haram”, di mana sebagian dari kelompok itu telah menggunakan kekuatan senjata untuk menghadapi negara sekuler, mengikuti tradisi gerakan Taliban di Afganistan, dan memerangi sistem pendidikan sekuler Barat yang merusak peradaban Islam, yang sedang digalakkan oleh negara.
Sedangkan apa yang dilakukan oleh negara sekuler tidak lain hanyalah pembunuhan terhadap lebih dari enam ratus Muslim, yang dilakukan hanya dalam tiga hari saja pada saat melakukan serangkaian tindakan kekerasan dan penindasan terhadap kelompok Islam ini.
Akan tetapi, tindakan kekerasan dan penindasan yang dilakukan negara sekuler terhadap kelompok Islam ini justru mengakibatkan peningkatan semangat keberislaman, dan menambah dukungan masyarakat terhadap gerakan Islam. Dan seperti itulah kenyataan yang terjadi di Pakistan, Afghanistan, dan negara-negara Islam lainnya.