Jumat, 18 Juli 2014

OTT KPK di Karawang, Agung Podomoro dan Jokowi" by @bang_DW
Jumat, 18 Juli 2014...
*by @bang_DW
operasi tangkap tangan (OTT) KPK itu terkait agung podomoro dan tidak ada nama bupati karawang | ‪#‎fakta‬
OTT KPK terkait kasus suap lahan | yang ditangkap adalah saudara bupati karawang dan dari swasta | #fakta
OTT KPK murni terkait informasi awalan terkait suap lahan dilakukan perusahaan agung podomoro pemiliknya adalah pendana jokowi | #fakta
ingat agung podomoro | ingat kasus lahan BMW yang terindikasi adanya keterlibatan jokowi didalam manipulasi data lahan | ‪#‎sponsor‬ jokowi
jokowi terbukti memanipulasi data lahan atau melakukan pembiaran atas tindakan agung podomoro atas penyerahan lahan yang tidak sesuai BAST
ini berita link | hubungan jokowi dan agung podomoro | http://t.co/vzx6riQ52Q
tindakan OTT KPK terkait suap lahan yang melibatkan agung podomoro di karawang | akan mirip kasus yang menimpa PT Adhi karya
yang akan membongkar kebusukan agung podomoro terkait semua kasus lahan yang melibatkan agung podomoro sendiri | siap siap lah pak jokowi
kalo jokowi tdk nyapres | mungkin nasibnya diperiksa KPK terkait agung podomoro | tetapi KPK mlakukan aksi mmutar tuk slanjutnya menembak
demikian sekilas ingpo dari saiyah terkait OTT KPK versi juru tulis kuningan yang suka makan TEMPE.
*sumber: https://twitter.com/bang_dw

Eks Wagub Prijanto Heran Jokowi Bisa Selesaikan Masalah Taman BMW
Aqhnia Adzkia - detikNews
Halaman 1 dari 2

Jakarta - Mantan wakil gubernur DKI Prijanto heran Pemprov DKI yang dipimpin Joko Widodo meresmikan pembangunan stadion di Taman BMW, Tanjungpriok, Jakarta Utara. Prijanto menilai masalah di Taman BMW bukan sekadar sengketa lahan.

"Saya kaget. Saya tahu persis kasus tersebut, karena yang salah adalah Pemprov DKI bukan Kemenpora. Andai kata Pemprov DKI tidak melindungi kasus korupsi di lingkungannya, maka masalahnya tidak selarut ini," kata Prijanto di kantor Kemenpora, Jl Gerbang Pemuda III, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (9/6/2014).

Prijanto kemudian menjelaskan masalah tanah di taman seluas 26 hektar itu. Ia mengaku mengetahui persis sengketa lahan antara Pemprov DKI dengan beberapa pengembang besar.

"Pertengkaran itu sampai DKI mengeluarkan banyak uang untuk rekonsiliasi. Padahal kalau dokumen itu dibuka letaknya jelas bukan di Taman BMW, itu di Kelurahan Sunter sedangkan Taman BMW di Kelurahan Papanggo," kata Prijanto yang sempat mundur dari kursinya karena tidak cocok dengan Gubernur Fauzi Bowo ini.

Pada tahun 2003, menurut Prijanto, Pemprov DKI memohon kepada Kantor Wilayah (Kanwil) DKI Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mendapatkan hak pakai Taman BMW. Lalu Kanwil DKI BPN mengeluarkan 7 keputusan yang salah satunya berisi usia surat hak pakai hanya selama 3 bulan.

"Jadi surat itu sudah gugur sekarang. Ada surat dari Kanwil DKI BPN ke Kejaksaan Agung yang menyatakan usia surat pakai hanya 3 bulan, lewat itu mati," kata Prijanto.

Lalu pada tahun 2007, Prijanto menjelaskan, ada berita acara serah terima tanah seluas 26 hektar dari 7 pengembang yang diwakili oleh Agung Podomoro. Namun merujuk pada Taman BMW, lampirannya tak mencantumkan tanah di taman tersebut
Waspada.....
Sebelum jokowi diputuskan menjadi CAPRES PDIP, pesawat MAS hilang yg belum ketemu sampai sekarang dan semua media sibuk meliput atas hilangnya pswt tsb, dan saat itulah di London terjadi pertemuan antara pihak Arkansas Connection (Bill Clinton cs) dengan pihak PDIP (Megawati cs) yang diarrange oleh James Riyadi berlangsung dg kesepakatan Jokowi Capres dan bantuan financial Trilliunan dikucurkan. (Bukti pdip beli pswt jet pribadi). Sekarang dg ditembaknya pesawat ...MAS di udara Ukraina oleh tentara bayaran pendukung pemerintah Ukraina dimana Amerika menyimbang Pemerintah Ukraina sebesar 60an trilliun rupiah untuk melawan Rusia (musuh abadi Amerika) adalah sebuah bentuk PENGALIHAN ISSUE sblm KPU memutuskan dan menetapkan hasil PILPRES 22 juli mendatang. Lalu hubungannya apa ?
Beberapa minggu laku telah beredar Issue bahwa tgl 16-23 Juli 2014 rencana kedatangan Bill Clinton ramai dibicarakan, nah secara prosedural Amerika, bhw sblm orang penting setingkat pejabat Negara (BC adalah penasihat utama Obama), maka seminggu sblmnya SECRET SERVICE Amerika wajib datang lbh duluan untuk pengamanan secara rahasia, dan seminggu lalu (malam) SECRET SERVICE yg beranggotakan 13 orang ex NAVY SEAL dan 2 Orang AHLI IT Canggih/handal sdh mendarat di Jakarta, ini hanyalah modus agar mereka boleh mendarat di Jakarta dg issue Bill Clinton mau datang di Jakarta. Ini terkait dengan tujuan mengacak pengelolaan data IT hasil tabulasi KPU dimana kepentingannya adalah untuk memenangkan jokowi sbg presiden karena Amerika (Arkansas Connection) telah banyak mengeluarkan dana untuk pemenangan jokowi sebagai tindak lanjut pertemuan sblmnya di London tsb.

 Jadi kesimpulannya bahwa Amerika sangat berkepentingan dengan kemenangnan capres jokowi boneka Amerika, disini KPU dan pihak INTELJEN NEGARA harus waspada....



Jadi kesimpulannya bahwa Amerika sangat berkepentingan dengan kemenangnan capres jokowi boneka Amerika, disini KPU dan pihak INTELJEN NEGARA harus waspada....
Namun Presiden SBY sdh sangat paham akan hal ini dan sdh perintahkan pihak TNI dan POLRI untuk mengamankan hal tsb, mari kita yang merasa CINTA INDONESIA bersoa bersama agar apapun hasil PILPRES ini adalah murni SUARA RAKYAT dan KEHENDAK RAKYAT tanpa ada rekayasa atau INTERVENSI PIHAK ASING dan ASENG, swmoga hasil yang diumumkan KPU adalah hasil murni dari data PILPRES yang telah kita laksanakan tgl 9 juli yang lalu tanpa REKAYASA. Siapapun Presiden yg terpilih itulah Presiden Indonesia. Tidak perlu ada manipulasi dg PUBLIC OPINION melalui Quick Count dan Real Count abal2 yang sesungguhnya sdh direncanakan jauh hari sblm pilpres dilaksanakan.
Kita TETAPA SATU
NUSA
BANGSA
BAHASA
TANAH AIR
TUMPAH DARAH
I N D O N E S I A

 
 
 
by ahmad Khafandi

INILAH SEJARAH YANG SEMAKIN DILUPAKAN


FAKTA: KENALI SIAPAKAH MUFTI BESAR PALESTIN SYEIKH AMIN AL-HUSAINI DISEBALIK ADOLF HITLER.

"Mufti Besar Palestin Syeikh Amin Al-Husaini & Adolf Hitler "Nazi" "

Antara video yang jarang sekali kita melihat di mana-mana media semasa termasuklah televisyen. Malah kita dibutakan mata tentang perjuangan Ulama. Maka disini disertakan wajah Mufti Besar Palestin....

Ini antara wajah Mufti Besar Palestin iaitu Syeikh Amin Al-Husaini (ca. 1895 - July 4, 1974, أمين الحسيني,) yang telah dilantik menjadi Mufti Besar Palestin pada umur lebih kurang 25tahun.

Didalam video ini juga menunjukkan kehadiran Syeikh Amin Al-Husaini yang disambut oleh Adolf Hitler ketika ketibaannya di Jerman.

Didalam video ini juga menunjukkan keakraban antara Syeikh Amin Al-Husaini dengan divisi askar didalam pasukan Adolf Hitler.

Ada juga askar dari Bosnia, mereka memakai tarbus turki dan menyertai didalam pasukan Adolf Hitler dan kelihatan mereka sedang solat dan bersama Syeikh Amin Al-Husaini. Wallahualam

Akhir hayat Syeikh Amin Al-Husaini pada umur 79tahun dan meninggal di Lubnan kemudian perjuangannya di Palestin diteruskan oleh saudaranya iaitu Yaseer Arafat. Al-Fatihah.

----------------------------
Dari Akhbar Utusan Malaysia pada 2006

Adolf Hitler tubuhkan divisyen tentera Islam

Susunan: SITI AINIZA KAMSARI

Satu pendedahan yang agak menggemparkan muncul baru-baru ini apabila Institut Kajian Aero dan Angkasa Malaysia (IKAM) menemui fakta-fakta menarik di sebalik kajian IKAM terhadap data sejarah Operasi Divisyen Hanzar!

Pendedahan itu menimbulkan kekeliruan mengenai siapakah sebenarnya Adolf Hitler? Dalam banyak catatan sejarah, tidak ada yang positif bagi menggambarkan pemimpin Jerman semasa Perang Dunia Kedua ini. Bukan sahaja negatif malah namanya masih dicaci sehingga hari ini kerana tragedi holocaust. Jutaan orang Yahudi mati dipercayai kononnya angkara perintah Hitler.

Bagaimanapun, sesuatu yang menghairankan sebaliknya terjadi. Hitler didapati masih mempunyai nilai toleransi yang tinggi dengan membenarkan penubuhan beberapa divisyen tentera beragama Islam di dalam kem atau menjadi sebahagian daripada bala tentera nazi Jerman.

Menurut Jeneral Leon Degrelle, seorang komander divisyen Waften SS (askar rakyat) Jerman, ada tiga divisyen Waffen SS yang 90 peratus anggotanya beragama Islam. Jumlah anggota dalam ketiga-tiga divisyen ini pula berjumlah 60,000 orang.

Antara tiga divisyen tentera beragama Islam Waffen SS ini, divisyen tentera paling terkenal adalah Divisyen ke-13 Waffen SS Hanzar. Divisyen ini beroperasi di Balkan dengan 90 peratus anggotanya berbangsa Albania, Bosnia dan Croatia yang beragama Islam. Bakinya orang Croat beragama Kristian Katolik yang berjumlah 21,000 orang.

Operasi Divisyen Hanzar mendapat perhatian IKAM kerana ia sesuatu yang sangat unik dan menakjubkan. Operasi tentera udara sukarela Croatia berjaya menembak jatuh hampir 300 kapal terbang tentera udara Rusia (komunis) sedangkan kapal terbang mereka yang dimusnahkan tentera udara Rusia kurang daripada 10 pesawat ketika Perang Dunia Kedua tercetus di Balkan.

Hanzar adalah perkataan Arab, Bosnia dan Croatia yang bermaksud parang. Parang hanzar ini dipilih sebagai nama rasmi dan juga simbol bagi Divisyen ke-13 Waffen SS.

Pakaian rasmi Divisyen Hanzar pula sama seperti pakaian rasmi Waffen SS yang lain. Cuma bezanya, anggota tentera Divisyen Hanzar memakai tarbus. Dari segi persenjataan, anggota pasukan ini juga dilengkapkan dengan senjata seperti anggota Waffen SS lain.

Namun IKAM mendapati apa yang lebih menarik ialah terdapat seorang tokoh Islam yang mampu menjalinkan hubungan baik dengan Hitler. Dia turut berperanan sebagai pemimpin Divisyen Hanzar.

Beliau ialah Mufti Besar Baitulmaqdis, Haji Amin Al Husseini. Beliau ialah pemimpin yang berpengaruh di Wilayah Arab terutama di kalangan pemimpin Arab Palestin.

Sepanjang Perang Dunia Kedua itu, Amin Al Husseini menetap di Jerman bagi menentukan pembentukan koordinasi antara fahaman Nazi dan polisi Arab sehingga membawa kepada pembentukan Divisyen Hanzar pada Februari 1943.

Divisyen Hanzar dihantar mengikuti latihan ketenteraan di Perancis sebaik sahaja penubuhannya. Ia mula beroperasi di Balkan pada Februari 1944. Divisyen ini beroperasi dengan jayanya menentang gerila komunis Partisan pimpinan Josip Broz Tito dan juga tentera Rusia.

Walaupun jawatan Muftinya dilantik oleh kerajaan British yang ketika itu menjajah Palestin, namun Amin Al Husseini merupakan seorang yang sangat membela Islam. Beliau juga bertanggungjawab menyekat kemaraan dan kemasukan beramai-ramai Yahudi ke Eropah setelah kaum itu gagal di sekat memasuki wilayah Palestin.

Generasi sekarang hanya mengenali Hitler namun ketokohan Amin Husseini sebagai pejuang Islam pada Perang Dunia Kedua sangat jarang diketahui. Malah beliau seorang yang banyak berjasa menggerakkan kebangkitan orang Islam selepas kekalahan kerajaan Uthmaniah (Ottoman) di Palestin diikuti Mesir dan Iraq.

Malah beliau merupakan mentor perjuangan kepada pemimpin Pertubuhan Pembebasan Palestin (PLO), Allahyarham Yassier Arafat dan ketua pemimpin dan pejuang Islam yang lain.

Walaupun ada laman web yang memburuk-burukkan nama Amin Al Husseini kerana dituduh terlibat dalam pembunuhan orang Kristian di Balkan namun paparan gambar sepanjang hayat beliau jelas menunjukkan tokoh ini mampu menerokai hubungan antarabangsa yang cukup luar biasa terutama berjaya menjalinkan satu hubungan dengan Hitler.

Presiden IKAM, Norul Ridzuan Zakaria berkata, adalah satu isu yang sangat menarik apabila Hitler memberikan persetujuan untuk menubuhkan Divisyen Hanzar dan toleransinya terhadap kegiatan anggota divisyen berkenaan yang majoritinya terdiri daripada orang Islam.

Sebelum ini begitu banyak fakta menjelaskan bahawa Hitler adalah se-

orang diktator yang kejam dan tidak bertoleransi terhadap keagamaan, apa tah lagi Islam, katanya dalam satu rencana yang disiarkan dalam sebuah akhbar tempatan baru-baru ini.

Menurut Norul Ridzuan, setiap batalion atau rejimen dalam Divisyen Hanzar akan dilengkapi seorang imam dan seorang guru agama yang bertugas untuk memastikan setiap anggota divisyen ini terus mengekalkan cara hidup sebagai muslim.

Di samping itu, divisyen ini kerap menerima kunjungan Mufti Baitulmaqdis Imam Amin Al-Husseini yang melengkapkan pengisian rohani anggota divisyen ini, katanya.

Sebagaimana fakta sejarah merekodkan kekalahan tentera-tentera Nazi dalam Perang Dunia Kedua itu, begitu juga nasib yang diterima oleh tentera Divisyen Hanzar yang terpaksa menyerah diri pada Mei 1945 apabila pasukan tentera Jerman berundur dari Balkan. Lebih malang lagi kesemua mereka kemudian dibunuh oleh diktator Tito yang disokong oleh British dan Rusia.

Mungkin satu semakan semula sejarah Hitler perlu dibuat. Ini kerana hubungan baik Hitler dan Amin Al Husseini tentunya tidak terhad atas kepentingan politik dan mengembangkan pengaruh masing-masing.

Pasti masih ada sesuatu yang telah disembunyikan daripada pengetahuan umum di sebalik Hitler yang sering diburukkan dengan holocaustnya itu. Benarkah beliau sekejam itu?

Persoalan ini ditimbulkan oleh Pesiden Iran, Ahmadinejad baru-baru ini mengenai sejauh mana kebenaran holocaust. Ujar pemimpin itu, jika benar ia wujud maka itu sepatutnya menjadi dosa orang Eropah.

Tetapi mengapa rakyat Palestin dan umat Islam yang terpaksa menanggungnya. Namun, kita meyakini Barat sebenarnya telah berjaya diperalatkan oleh Yahudi untuk menghancurkan negara Islam demi kelangsungan rejim dan puak Israel, katanya.

Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2006&dt=0519&pub=utusan_malaysia&sec=Bicara_Agama&pg=ba_02.htm&arc=hive#ixzz375hQTjYp
© Utusan Melayu (M) Bhd

---------------------------

Setiap perkara ada buruk baiknya. Maka belajarlah kalian dari SEJARAH
Insyaallah.

Apa-apapun saya kagum dengan pendirian Syeikh Amin Al-Husaini yang tegas.

Adakah Adolf Hitler seorang yang baik? Hanya ALLAH yang mengetahui.

Video ini bukan untuk membela Adolf Hitler ataupun Jerman tetapi untuk membuka mata betapa jahatnya Bangsa Yahudi. Harap Maklum.

Jika ada sebarang kesilapan, mohon teguran dari sahabat-sahabat semua. Insyaallah.

Sama-sama kita berdoa dan membaca Doa Qunut Nazilah untuk rakyat Palestin .

Al-fatihah buat pejuang-pejuang Palestin

Dari: HAMBA ALLAH
Hendropriyono: Apapun yang Terjadi, Kita yang Penting Menang!

Beredarnya video di laman youtube yang diungah oleh Muhammad Baqir Anwar, telah menambah informasi bagi rakyat Indonesia untuk mencermati situasi yang penuh intrik dalam pilpres 2014.
Petikan pernyataan provokatif Hendropriyono ini diambil di rumah Arbit Sani sebelum Pilpres 2014 lalu. Dalam arahannya, banyak sekali memberikan motivasi untuk melakukan perlawanan terhadap situasi pilpres yang dianalogikan dengan peperangan, sehingga bila pihak lawan menyerang maka kita pun harus membalas dengan penyerangan. Berikut tayangannya:

Pernyataan Hendropriyono di menit 12:03 “APAPUN YANG TERJADI, KITA YANG PENTING MENANG!”, sungguh sangat mencengangkan karena lahir dari mulut seorang purnawirawan TNI, yang seharusnya tetap menjaga keutuhan dan persatuan NKRI, bukan malah menghasut rakyat untuk melakukan perlawanan terhadap lawan politik yang notabene adalah sesama rakyat Indonesia sendiri.
Uniknya, bila dikaitkan dengan pernyataan Jokowi dibanyak tempat, ia tidak pernah menyatakan siap menerima kekalahan, seolah sudah sangat yakin memenangkan pilpres dan harus MENANG DALAM PILPRES kali ini atau CHAOS.
Cara-cara yang dilakukan oleh kubu Jokowi terlebih dengan adanya video ini bisa membuktikan bahwa tindak-tanduk “pemenangan” Jokowi oleh tim suksesnya sangat menyerupai GERAKAN MAKAR oleh PKI yang pernah menorehkan sejarah berdarah di negeri kita. Sebaiknya rakyat waspada akan perpecahan yang dihembuskan oleh pihak-pihak yang ingin merusak keutuhan bangsa ini. [KbrNet/Slm]

Jawaban bagi yang Meragukan Rasulullah Masuk Surga


Oleh: Ustadz Bachtiar Nasir
Ustadz Bachtiar Nasir-2-jpeg.imageSALAM-ONLINE: Syubhat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak dapat dipastikan masuk Surga bukanlah hal baru. Keraguan seperti ini banyak disebarkan oleh orang-orang Nasrani dan tokoh sekuler dari kalangan Muslim.
Untuk menjawabnya cukup sederhana; “Bukankah telah disediakan telaga Al-Kautsar atau telaga Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang disediakan bagi calon penghuni Surga?”
Hadits yang sering mereka jadikan sebagai pintu masuk untuk merasukkan doktrin keraguan (tasykik) di antaranya adalah hadits riwayat Imam al-Bukhari di dalam kitab shahihnya dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
»لَنْ يُنَجِّيَ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِرَحْمَةٍ سَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَاغْدُوا وَرُوحُوا وَشَيْءٌ مِنْ الدُّلْجَةِ وَالْقَصْدَ الْقَصْدَ تَبْلُغُوا«
“Salah seorang dari kalian tidak akan dapat diselamatkan oleh amalnya.” Maka para sahabat bertanya, “Tidak juga dengan engkau wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak juga saya, hanya saja Allah telah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku. Maka beramallah kalian sesuai sunnah dan berlakulah dengan imbang, berangkatlah di pagi hari dan berangkatlah di sore hari, dan (lakukanlah) sedikit waktu (untuk shalat) di malam hari, niat dan niat maka kalian akan sampai.”
Juga hadits dalam riwayat Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda :
»سَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا فَإِنَّهُ لَا يُدْخِلُ أَحَدًا الْجَنَّةَ عَمَلُهُ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِمَغْفِرَةٍ وَرَحْمَةٍ«
“Beramallah sesuai sunnah (istiqamah) dan berlaku imbanglah, dan berilah kabar gembira, sesungguhnya seseorang tidak akan masuk surga karena amalannya.” Para sahabat bertanya, “Begitu juga dengan engkau wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Begitu juga denganku, kecuali bila Allah melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepadaku,” (HR Al-Bukhari).
Dari hadits di atas, para penafsir dengan hawa nafsunya berdalih bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak memiliki jaminan masuk surga, baik untuk dirinya maupun umatnya.
Untuk membantah pemahaman salah tersebut, maka diperlukan pemahaman terhadap hadits dengan benar.
Dua hadits di atas mengandung hal yang mendasar dan menjadi kaidah yang penting. Hal mendasar dan sifatnya asas adalah bahwa amal perbuatan manusia tidak dapat menjaminnya untuk selamat dari api Neraka dan tidak pula dapat menjaminnya untuk masuk surga, karena masuk surga dan selamat dari api neraka disebabkan oleh ampunan dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala; karena seorang Muslim meyakini dan mengimani bahwa segala sesuatu berada di Tangan Allah, dan hanya Allah sajalah yang mengetahui tempat kembalinya manusia.
Tidak seperti orang nasrani yang tersesat dengan mengimani bahwa Yesus sang penebus, yang di antara ajarannya kepada pemeluknya: akuilah dosa-dosa kalian kepada para pendeta niscaya kalian akan diampuni, walaupun pendeta tersebut bukan orang yang lurus. Berbeda dengan seorang Muslim yang berkeyakinan bahwa seseorang tidak dapat menjamin dirinya masuk surga, bahkan dengan amal shalihnya sekalipun, karena seseorang masuk surga disebabkan rahmat dan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menerangkan hal di atas, di antaranya adalah:
)فَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَأُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ( [آل عمران : 195]
“Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya.”
Ayat di atas menegaskan bahwa Allah menghapuskan kesalahan hamba-Nya baru kemudian memasukkannya ke dalam Surga.
)تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ. يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ( [الصف : 11-12]
“(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.”
Allah hanya memasukkan hambanya yang sudah mendapatkan ampunan dosa-dosa dari-Nya.
Sekali lagi, Allah Subhanahu wa Ta’ala menghubungkan antara masuknya seseoang ke Surga dan selamatnya dari Neraka dengan maghfirah dan rahmat-Nya untuk menunjukkan bahwa hal tersebut tidak akan didapat tanpa adanya maghfirah dan rahmat-Nya.
Para salaf berkata, “Di akhirat kelak hanya ada dua kemungkinan; ampunan Allah atau Neraka, sedangkan di dunia juga cuma ada 2 hal saja; penjagaan Allah atau kebinasaan.”
Muhammad bin Wasi’ rahimahullah berkata kepada para sahabatnya ketika menjelang wafat, “Alaikumus salam,  bisa jadi neraka atau ampunan Allah.”
Adapun firman Allah : (وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ( [الزخرف : 72]
“Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.”
(كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ( [الحاقة : 24]
(kepada mereka dikatakan), “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.”)
Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa masuknya seseorang ke Surga karena rahmat Allah, dan penentuan derajat di surga berdasarkan amal seseorang.
Ibnu ‘Uyainah berkata, “Mereka berpendapat bahwa selamatnya seseorang dari api neraka itu disebabkan karena adanya ampunan dari Allah, dan masuknya seseorang ke surga disebabkan karena anugerah dari Allah serta penentuan derajat di surga berdasarkan amal seseorang.” (aqlislamiccenter.com)
salam-online
- See more at: http://salam-online.com/2014/07/jawaban-bagi-yang-meragukan-rasulullah-masuk-surga.html#sthash.8FBRA6Je.FElhKzEf.dpuf
THEO SYAFEI, NASIONALIS YANG WASPADA "KIRI" DAN "KANAN"
   
   SRI RAHARTI DAN JOHAN BUDI SP
     _________________________________________________________________
   
   KARIR THEO SYAFEI DI ABRI TERMASUK BAGUS. LELAKI PENDIAM INI PUN
   DIKENAL CUKUP VOKAL BERSUARA SELAMA MENJADI ANGGOTA DPR. INILAH CERITA
   TENTANG LELAKI YANG BARU-BARU INI DIGUGAT UMAT ISLAM KARENA ISI
   CERAMAHNYA DIANGGAP MENGHINA ISLAM.
   
   Semula, sosok lelaki bertubuh kekar itu hanya dikenal sebagai mantan
   Panglima Komando Pelaksana Operasi (Pangkolakops) di Timor Timur yang
   sukses membekuk gembong Fretilin, Xanana Gusmao. Bertahun-tahun
   kemudian, pria serius yang suka humor itu bikin berita lagi saat ia
   di-recall dari Fraksi ABRI di DPR lantaran dinilai terlalu vokal
   bicara.
   
   Kini, Theo Syafei Daeng Kulle, 57 tahun, kembali jadi buah bibir
   setelah kaset berisi ceramahnya dinilai menghujat Islam dan menghina
   Presiden B.J. Habibie. Gempuran datang dari segala arah. Tapi, pria
   Bugis yang kini menjadi salah seorang petinggi PDI Perjuangan itu
   mengaku siap menghadapi para penggugatnya.
   
   Hari-hari belakangan ini, boleh jadi, merupakan hari yang menggerahkan
   bagi Theo Syafei Daeng Kulle. Betapa tidak. Gempuran datang seolah
   tanpa henti setelah kaset yang berisi rekaman ceramahnya beredar di
   mana-mana. Jika saja isinya bermuatan kata-kata yang teduh, ceramah
   pria 57 tahun itu tentu tak akan jadi masalah. Tapi, sebaliknya, isi
   kaset ceramahnya dinilai telah melecehkan Islam, umat Islam, dan ormas
   Islam. Tak hanya itu. Isi ceramahnya juga dipandang mengganggu
   stabilitas dan persatuan bangsa, alias berpotensi menimbulkan
   pertikaian suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Apalagi kaset
   itu "ditemukan" ketika kasus Kupang meledak. Tak pelak, ceramah Theo
   dituding sebagai salah satu penyulut kerusuhan di Kupang.
   
   Transkrip ceramah yang kemudian dimuat dalam tabloid Abadi--jika itu
   benar-benar suara dan diucapkan Theo alias bukan rekayasa--memang
   "menggegerkan" dan bisa membuat umat Islam marah.
   
   Misalnya, ia "bicara" tentang Islam yang galau dan selalu memberontak,
   soal gagalnya umat Islam mendirikan republik Islam di Indonesia,
   hingga masalah tipisnya Alquran yang, katanya, tidak bisa
   menyelesaikan persoalan (dibandingkan Al-Kitab yang tebal dan bisa
   menyelesaikan segala soal). Ia juga mempertentangkan Muhammadiyah yang
   dituding sebagai Islam fundamentalis, dengan NU yang lebih
   "mengindonesia". Ia pun menjadikan Presiden Habibie sebagai bahan
   olokan. "Saya lihat Habibie lincah, saraf motoriknya bagus, jadi cocok
   menjadi penari Bali," demikian salah satu kutipan soal Habibie.
   "Mendengar ceramahnya, saya jadi panas," kata Ahmad Sumargono, Ketua
   KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam), yang bersama
   organisasi Islam lainnya melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya.
   
   Lantaran ceramahnya itu, yang konon dilakukan di bilangan Anyer, Jawa
   Barat, sekitar September 1998, Theo dituding melanggar banyak pasal
   dalam KUHP, yakni Pasal 156 dan 157 (pernyataan kebencian, penghinaan,
   permusuhan terhadap ras dan golongan di muka umum), Pasal 310 dan
   pasal 315 (penghinaan), Pasal 318 (persangkaan palsu), Pasal 134
   (penghinaan sengaja terhadap terhadap presiden dan wakil presiden),
   dan penyebaran rasa permusuhan kepada golongan Islam.
   
   Ahmad Sumargono yakin, suara dalam kaset itu nyata-nyata suara Theo.
   Lantaran itu, ia meminta pihak kepolisian mengusut tuntas masalah itu.
   Sebab, jika tidak, masyarakat dikhawatirkan akan mengambil langkah
   sendiri. "Jangan memicu kemarahan umat Islam. Kasusnya harus
   dituntaskan dan pelakunya diadili," katanya.
   
   "Ancaman" itu bukan tidak disadari Theo. Apalagi, sebagai orang Bugis,
   ia sadar bahwa masalah itu termasuk siri. "Harus berdarah," katanya.
   Tapi, anaknya yang tertua, Andi Widjajanto, 27 tahun, yang kini
   menjadi dosen di Universitas Indonesia, meyakinkannya agar ia tidak
   memakai budaya siri. Kekerasan toh tidak harus dibalas kekerasan. "Dia
   bilang, kalau kita dianiaya, kalau rumah kita diobrak-abrik atau
   dibakar, artinya kita menang," katanya. Dan, kemenangannya itu
   mendasar, kata Theo, sampai berapa belas tahun kemudian pun masih bisa
   terus dijadikan cerita.
   
   Karena itulah, ia tidak melakukan pengamanan diri secara luar biasa.
   Rumahnya yang luas di bilangan Cilangkap pun tidak diberi pengamanan
   khusus. Hanya beberapa anggota Satgas PDI Perjuangan yang terlihat
   berjaga-jaga. "Tiap Ketua PDI kan diberi satgas," katanya. Gerbang
   rumahnya yang tingginya hampir dua meter, yang terbuat dari kayu
   hitam, pun dibiarkan terbuka sampai pukul 24.00 WIB. "Sebelum
   anak-anak saya pulang, gerbang itu tidak ditutup," katanya.
   
   Tapi, benarkah suara di dalam kaset itu suara Anda?
   
   Yang pasti, sampai sekarang saya belum pernah mendengar isi kaset itu.
   
   Lalu, mengapa Anda melaporkan harian Abadi ke Polda Metro Jaya?
   
   Itu karena transkripnya merujuk saya sebagai penyulut kerusuhan
   Kupang. Saya sendiri merasa tidak begitu perlu untuk mengikuti mereka
   punya skenario. Jadi, saya tidak mau mendengar kaset itu. Saya tidak
   mau baca isi transkripnya. Banyaklah transkrip yang sekarang ada di
   tangan saya, barangkali ada tujuh versi. Saya pikir, kalau saya baca
   atau dengar transkrip itu, hanya akan menghanguskan saya punya emosi
   dan energi, dan tidak perlu. Lebih baik saya simpan emosi dan energi
   saya untuk mendengarkan musik Beethoven atau Mozart.
   
   Anda tidak penasaran untuk membuktikan apakah itu suara Anda?
   
   Saya pikir, karena itu pekerjaan mereka. Itu mesti ada yang benar,
   lalu disambung-sambung, dipotong-potong. Umpamanya, kalau saya katakan
   "katanya", nah kata "katanya" itu dihilangkan. Jadi, seolah saya yang
   punya pernyataan itu. Saya sudah bertemu Gus Dur. Gus Dur mengatakan,
   "Ah, itu sudah kerjaan mereka lama. Sebelum Pak Theo, saya sudah lama
   berhadapan dengan mereka." Apa Gus Dur memang benar sepenuhnya, atau
   karena dia memang tahu pokok-pokoknya.
   
   Siapa "mereka" itu?
   
   Musuh Pancasila dari segi ideologis itu cuma ada kiri atau kanan.
   Dalam sejarah kita, gerakan itu tidak pernah selesai.
   
   Benar-tidaknya isi ceramah itu, atau betul-tidaknya soal rekayasa isi
   rekaman dan transkrip seperti disinggung Theo, memang masih perlu
   pembuktian. Yang jelas, Mayjen Nugroho Djayusman, Kapolda Metro Jaya,
   menyatakan, pihaknya kini tengah menangani kasus itu. Dalam jumpa
   persnya di Hotel Kemang pada 8 Januari, Theo pun sudah meminta maaf.
   "Dengan tulus kami minta maaf. Tidak ada maksud kami menghujat agama
   lain," katanya.
   
   Ucapan itu, boleh jadi, memang murni keluar dari dasar sanubari ayah
   empat anak itu. Maklum, agama Islam bukan hal baru bagi Theo.
   Lingkungan keluarganya di Ujungpandang, Sulawesi Selatan, kebanyakan
   beragama Islam. Sang kakek, Ishaq Daeng Pawero, pemilik banyak perahu
   pinisi, adalah ayah dari tiga anak: Abdul Salam bin Daeng Munjung,
   Syokora Daeng Suji, dan Mohamad Sjafei Daeng Mambani--ayah Theo. Sang
   ibu, Khatarina Yonas berasal dari Banda, Maluku. "Ketika saya lahir,
   kedua orang tua saya sudah beragama Kristen," kata Theo, yang mengaku
   mendapat bekal agama cukup baik dari keluarganya itu.
   
   Kendati beragama Kristen, Theo tidak lantas terkucil dari keluarga
   besarnya. Justru ketika ayahnya wafat, saat ia berusia 11 tahun, ia
   ikut dengan Syoqora, bibinya. "Dia itu ibu kedua saya, yang memelihara
   dan membesarkan saya," katanya. Theo ingat, jika bulan Ramadan datang,
   ia ikut sahur di rumah bibinya itu. "Tapi, paginya saya pulang ke
   rumah untuk sarapan," ujarnya.
   
   Masa kecil hingga remaja dihabiskannya di Ujungpandang. Setamat SMA
   pada 1962, ia ikut ujian masuk Akademi Militer Nasional dan diterima.
   Soal ketertarikannya pada dunia militer, katanya, muncul karena tahun
   itu di Ujungpadang sedang ramai-ramainya kampanye pembebasan Irian
   Barat. "Ada demam serdadu," katanya. Semangatnya pun ikut terpancing.
   "Saya pikir, jadi tentara itu hebat, dia berikan jiwa raganya bagi
   negara," katanya. Di sisi lain, dengan masuk AMN, ia tidak perlu
   memikirkan ongkos sekolah dan segala macam. "Ibu saya tidak sanggup
   membiayai kuliah, jadi saya harus cari sendiri," katanya. Tiga tahun
   kemudian, ia pun lulus. Teman seangkatannya adalah Mayjen (Purn.)
   Tayub dan Letjen (Purn) Yunus Yosfiah.
   
   Sejak 1967, Theo bergabung dengan Resimen Para Komando Angkatan Darat
   (RPKAD, kini Kopassus). Pada 1975, ia pertama kali menginjakkan kaki
   di Timor Timur saat bergabung dalam Grup I. Dua tahun kemudian, ia
   masuk Seskoad, seangkatan dengan Jenderal (Purn.) Wismoyo
   Arismunandar. Sebagai siswa termuda, ia tentu sering ketiban pulung
   menyelesaikan tugas-tugas hasil diskusi dengan rekan seniornya. Tak
   aneh bila Theo lulus sebagai salah seorang siswa terbaik.
   
   Keandalannya menyiapkan taktik dan strategi itu digunakan sebaik
   mungkin saat ia kembali ke Timor Timur yang baru saja berintegrasi
   dengan Indonesia. Ia lantas memimpin satu batalyon putra Timor tahun
   1978. Batalyon lainnya dipimpin Yunus Yosfiah, sekarang Menteri
   Penerangan. Mendidik tentara yang 98 persen buta huruf memang bukan
   soal mudah. Toh, akhirnya ia berhasil mengantarkan Batalyon 745
   Sampada Yudha Bakti itu menjadi batalyon pemburu yang unggul bukan
   saja di Timor Timur, tapi juga di Indonesia. "Pak Theo cermat
   pemikirannya, analisanya tajam. Dan, ia sangat loyal pada
   teman-temannya," komentar Yunus Yosfiah.
   
   Toh, Theo tak hanya menghabiskan waktunya di wilayah Kodam IX/Udayana.
   Ia pun pernah bertugas di Madiun, Jakarta, dan Palembang. Saat menjadi
   Kasdam II/Sriwijaya, Desember 1991, panggilan tugas ke Timor Timur
   kembali datang. Saat itu, ia menggantikan posisi Brigjen Rudolf Samuel
   Warouw sebagai Panglima Komando Pelaksana Operasi (Pangkolakops) di
   provinsi termuda itu. Tugasnya jelas tidak ringan, apalagi Kota Dili
   baru saja diguncang pembantaian dalam Insiden 12 November. Meski
   begitu, boleh dibilang ia menyelesaikan tugasnya dengan baik.
   Buktinya, ia berhasil menangkap gembong Fretilin Xanana Gusmao dan
   menghalau Lusitania Expresso, kapal dari Portugal yang ingin memasuki
   perairan Timor Timur, tanpa insiden. Tak aneh bila kemudian ia
   dipromosikan menjadi Pangdam Udayana (Maret 1993). Setahun kemudian,
   ia ditarik ke Jawa untuk menduduki posisi Komandan Sesko ABRI.
   
   Sebagai Dansesko ABRI, ia dinilai sebagai komandan yang "tidak biasa".
   Maklum, alih-alih alergi terhadap tokoh-tokoh yang saat itu dipandang
   vokal dan kritis, ia malah mengundang Megawati Soekarnoputri untuk
   berceramah di depan peserta Sesko ABRI. "Saya pikir, kelas Sesko ABRI
   kan kelas kolonel, kader-kader yang disiapkan untuk jadi brigjen,
   mayjen, letjen. Jadi, mereka perlu mengetahui suara dari segala arah,"
   katanya beralasan. Barangkali, saat itulah ia mulai jatuh cinta kepada
   partai yang dipimpin putri Bung Karno itu. Buktinya, belakangan, ia
   memutuskan bergabung dengan PDI Perjuangan.
   
   Lepas dari Sesko ABRI, Theo diangkat menjadi anggota DPR/MPR. Toh,
   lagi-lagi ia "bikin ulah". Dalam pidatonya di Universitas Petra,
   Surabaya, ia menyatakan bahwa golongan putih (golput) itu sah-sah
   saja. Ia juga mempersoalkan banyaknya jenderal yang tak berjabatan di
   Mabes ABRI. "Itu membuktikan bahwa ABRI tidak memiliki manajemen
   promosi dan kepangkatan yang baik," katanya kala itu.
   Komentar-komentarnya itu tak urung menimbulkan polemik. Tak hanya di
   tubuh ABRI, tapi juga menjadi pembicaraan hangat di masyarakat.
   Recalling Theo yang dilakukan tak lama setelah pidatonya di
   Universitas Petra itu disebut-sebut sebagai akibat dari dosa-dosanya
   tadi.
   
   Sempat menghilang sebentar, akhir tahun silam, Wakil Sekretaris
   Barisan Nasional itu kembali bikin berita, yakni saat ia memutuskan
   bergabung dengan PDI Perjuangan dan ikut bursa ketua PDI yang digelar
   di Denpasar, Bali. Theo yang disebut-sebut sebagai perwira "Merah
   Putih" itu pun terpilih sebagai salah seorang ketua di DPP PDI
   Perjuangan.
   
   Apa yang membuat Anda tertarik masuk PDI Perjuangan?
   
   PDI Perjuangan itu telah mengalami penganiayaan politik. Dan saya
   bersimpati. Selain itu, PDI Perjuangan jelas-jelas nasionalis. Kalau
   saya mau dibilang nasionalis, juga bisa. Tapi, pemahaman saya terhadap
   bangsa ini begini: orang Manado, Rote, Yogya, dan Irian merasa
   sesaudara dan sebangsa karena ada proses, yakni penjajahan. Proses
   penjajahan selama 350 tahun itu membuat kita merasa menjadi satu
   bangsa. Dari kaca mata iman, saya melihat bahwa proses menjadi satu
   bangsa itu karena diizinkan Tuhan. Bangsa ada karena kehendak-Nya.
   Karena itu, harus kita jaga, kita terima, kita hormati. Itu jelas
   tidak mudah. Sebab, ada ribuan dialek dan suku.
   
   Bagi saya, kemerdekaan adalah pemberian Tuhan. Jadi, momen itu bukan
   momen yang tiba-tiba terjadi. Kemerdekaan ini diberikan Tuhan, plus
   Mukadimah UUD 1945, plus Pancasilanya. Itulah yang menurut keyakinan
   saya harus dijaga.
   
   Apa saja ancaman untuk Pancasila itu?
   
   Dari dulu ancaman Pancasila itu kiri atau kanan.
   
   Apa komunis memang masih punya kekuatan di Indonesia?
   
   Saya tidak melihat kekuatan komunis cukup kuat saat ini untuk
   membahayakan Pancasila. Lihat saja. Dari sekian bayak partai yang
   berdiri sekarang ini, apa ada yang berani secara terbuka menyatakan
   komunis? Kan tidak ada. Ketika tahun 1948 komunis mencoba
   menghancurkan negara ini, DI/TII yang main. Lalu, ketika DI/TII
   dipukul, kiri lagi yang naik tahun 1965. Ketika kita pukul kiri,
   kelihatannya kanan yang akan naik. Tapi, karena kita waspada tentang
   bahaya kiri dan kanan, Pancasila masih bisa dijaga. Sekarang orang
   membicarakan Pancasila tanpa ada rasa hormat. Spanduk asas tunggal
   sudah dimain-mainkan. Padahal, Pancasila ada di Mukadimah UUD 1945.
   
   Indikasi menguatnya golongan kanan itu dari mana?
   
   Dari banyaknya hujatan terhadap Pancasila. Banyak yang sudah tidak
   setuju Pancasila sebagai dasar negara. Lalu, ada keinginan membuat
   negara federal.
   
   Jadi, ada kekuatan yang akan membentuk negara Islam?
   
   (Lirih) Ada Merebaknya kerusuhan belakangan ini ada hubungannya dengan
   itu?
   
   Kalau kerusuhan Kupang dan Ambon karena ada provokatornya. Kalau ada
   provokator, tentu ada tujuannya. Provokator itu saling
   menunjuk-nunjuk. Ada yang ke kelompok ini, ada yang kelompok itu.
   
   Di balik sikapnya yang serius dan tongkrongan-nya yang angker, toh,
   Theo sebenarnya sosok humoris. Celetukan-celetukannya sering
   mengundang tawa pendengar meski ia sendiri tetap serius. Pria yang
   mahal sekali tersenyum itu juga pandai mengolah kata-kata. Tak aneh
   jika ia kerap diundang untuk berceramah di berbagai kota. Sang istri,
   Suismiati, juga aktif di gereja. "Saya aktif di GPIB Hoerip
   Cililitan," kata purnawirawati Kowad yang menikah dengan Theo pada
   1970 itu.
   
   Kisah cinta Theo dan Suismiati memang terbilang unik. Asrama bujangan
   anggota Kopassus kebetulan berdekatan dengan asrama Kowad. Akibatnya,
   banyak perwira Kopassus yang menyambangi asrama itu, termasuk Theo.
   Dasar anak muda, jam tutup asrama pukul 21.30 WIB tak pernah
   dihiraukannya. Akhirnya, Suismiati, yang dipandang senior, segera
   dikirim oleh markas pusatnya di Jalan Kramat untuk menertibkan asrama
   itu. "Kami kan dari RPKAD, nah yang menertibkan itu harus ditertibkan.
   Saya yang belum punya pasangan tetap mendapat tugas untuk
   menertibkan," kata Theo.
   
   Untung cinta Theo bersambut. "Bapak itu cinta pertama dan terakhir
   saya," kata Suismiati yang asli Ponorogo itu. Sebagai keluarga
   tentara, Suismiati paham akan kehidupan tentara. Berpindah-pindah kota
   bukan masalah. Malah, keempat anaknya menghabiskan masa kecil mereka
   di Timor Timur. "Anak-anak, meskipun sejak kecil hampir selalu
   ditinggal bertugas, sangat bangga pada Bapaknya," kata Suismiati.
   
   Keempat anak pasangan itu adalah Andi Widjajanto, 27 tahun, Wisnu
   Gautama, 26 tahun, Shinta Devanagari, 25 tahun, dan Riza Renaldi, 24
   tahun. Toh, tak seorang pun dari mereka mengikuti jejak Theo sebagai
   tentara. Si sulung mendalami bidang hubungan internasional di London,
   yang kedua lulus dari Oklahoma, Amerika Serikat, dan si bungsu yang
   lulusan Swiss kini memegang salah satu restoran asing di Jakarta.
   Sementara, putri satu-satunya sudah menikah.
   
   Kerukunan beragama juga tercermin dalam keluarganya. "Keluarga saya
   masih banyak yang Islam. Bahkan, ibu saya berangkat haji dari rumah
   ini," kata Suismiati yang memeluk agama Kristen saat menikah dengan
   Theo itu. Teman-teman seangkatan Theo, kata Suismiati, sering
   mengadakan buka puasa dan tarawih bersama di rumah mereka. "Kami tidak
   pernah mempermasalahkan hal itu," katanya.
   
   Theo juga dikenal sebagai pecinta lukisan. Tapi, ia mengaku baru pada
   tahap penikmat, bukan pelaku seni. Ia bisa tahan berlama-lama
   menikmati lukisan, terutama lukisan bergaya naturalis. Beberapa karya
   pelukis kenamaan sempat dikoleksinya, antara lain, karya Basoeki
   Abdullah, Affandi, dan Nyoman Lempad. Saat menjadi Pangdam IX/Udayana,
   sesekali ia memesan lukisan dari seorang perwira di jajaran Kodam
   Udayana, Mayor Suhartono. Ia tidak pernah mau bila lukisan pesanannya
   itu tidak menggunakan cat merek Rembrandt.
   
   Selain pecinta lukisan, ia juga dikenal sebagai pria yang tak bisa
   dilepaskan dari buku. "Bapak itu hobinya membaca. Saya sampai heran,
   kok dia bisa betah membaca tanpa jatuh tertidur," ujar sang istri.
   Karya-karya sastra menjadi pilihannya. Baik karya sastrawan dalam
   negeri, seperti karya Chairil Anwar, Taufiq Ismail, Abdoel Moeis,
   maupun karya sastrawan asing macam Khalil Gibran, Laotze, dan
   Rabindranath Tagore.
   
   Pria kekar itu juga senang berolah raga. Dulu, bulu tangkis pernah
   digelutinya. Tapi, sekarang, ia lebih suka berenang di kolam renang di
   halaman rumahnya. "Jadi, bisa sama anak-anak," kata Suismiati.
   Sesekali, saat senggangnya juga dipakai jalan-jalan ke luar kota,
   menyambangi saudara-saudara.
   
   Barangkali, kegiatan Theo menikmati lukisan, membaca, atau berenang
   itu bakal sedikit terganggu lantaran geger kaset ceramah itu. Namun,
   Yunus Yosfiah sebagai teman yang pernah sama-sama berjuang di Timor
   Timur mengharapkan tuduhan itu tidak benar. "Sebab, Theo Sjafei yang
   saya kenal itu orang baik," katanya
VOA ISLAM | SABTU 19 JULI 2014 | 15 HOURS AGO.|
> Wajar Pilpres harus diulang ?
.
MELAWAN LUPA (6): <_agar dibaca yang 5 lagi yha? _tQ _>
HENDROPRIYONO, DALANG JOKOWI & TERORISTAINMENT DENSUS 88.
.
Melawan Lupa (6): Hendropriyono, Dalangnya Jokowi & Teroristainment Densus 88
Sahabat Voa Islam yang jujur dan shalih,
Sebagai umat Islam yang mayoritas tinggal di Indonesia rasanya kita semakin gerah dengan black campaing yang merusak citra Islam. Ada saja aktifis atau mujahid yang ditangkapi manakala kejahatan penguasa akan terungkap.
Ternyata itu bukan sebuah kebetulan, memang sejak jaman Ali Moertopo era Malari, dan muridnya 'ABRI merah' Leonardus Benny Moerdani yang menggandeng CSIS pada era Orde Baru terus membuat dakwah Islam menjadi momok menakutkan. Hal ini akibat agen spin doctor pengolah isu dan terus di bawah mata-mata ABRI Merah dukungan kristen dan katholik.
Pasca Ali Moertopo, kekaisaran ABRI Merah dilestarikan LB Moerdani dan Try Sutrisno tak diragukan lagi telah membuat umat Islam bergelimangan darah pada kasus Tanjung Priok 1984 dan anak muridnya AM Hendropriono memuntahkan darah para syuhada Talangsari dan aktor dibelakang ‪#‎teroristainment‬ Densus 88 yang penuh dagelan dan rekayasa. Mengutip media, tak ayal gelar Jenderal Jagal disematkan pada barisan ABRI Merah ini.
Nama Moerdani kian cemerlang karena berhasil mengatasi pembajakan pesawat Garuda Woyla di Bangkok, Thailand. Keberhasilan menggagalkan pembajakan ini melambungkan nama Letkol Sintong Panjaitan sebagai komandan pasukan. Letjen LB Moerdani yang terjun langsung dalam operasi itu, juga menuai pujian dari mana-mana.
Beberapa pihak menganggap, karena LB Moerdani menikmati pujian lebih banyak dari panglimanya, Jenderal M. Jusuf. Kivlan Zen menulis bahwa konflik Jusuf - Moerdani muncul tahun 1981 setelah peristiwa pembajakan itu. Saat itu, Letjen Moerdani menjabat Asintel dan Kepala BAIS (Badan Intelijen Strategis). Pada tanggal 30 Maret, Jenderal M Jusuf melakukan commanders call ABRI di Ambon. Letjen Moerdani tidak mengikutinya, karena ada pembajakan pesawat Garuda Woyla di Bandara Don Muang, Bangkok.
Dalam drama pembajakan ini, Letjen Benny menggalang pasukan sendiri dengan bantuan pasukan Kopassus yang di rekrut mendadak. Letkol Sintong Panjaitan dan Mayor Subagyo HS adalah perwira yang terlibat dalam operasi ini, sehingga mendapat anugerah kehormatan. Dan diberitakan bahwa Subagyo HS sempat kecewa karena tidak terpilih mengikuti pendidikan antiteror di Jerman bersama Luhut Panjaitan dan Prabowo Subianto, tapi kemudian malah mendapat kesempatan terlibat dalam operasi yang berharga itu.
Operasi pembebasan sandera itu meraih sukses besar. Para pembajak di taklukan dalam serbuan yang taktis dan kilat. Peristiwa ini membuka mata dunia bahwa Indonesia pun memiliki pasukan khusus (special forces) yang kemampuan setara dengan SWAT (Strategic Weapon and Tactics) milik Amerika Serikat.
Tapi, segala pujian dan kredit diarahkan kepada Letjen Benny Moerdani, intelijen yang ada dalam kendalinya, serta Kopassus. Ini konon membuat Jenderal M Jusuf tidak berkenan. Muncul tudingan bahwa BAIS sengaja menggalang kekuatan ekstrem Islam untuk menggerakkan aksi pembajakan, untuk kemudian ditumpas sendiri oleh Letjen Benny Moerdani.
Menanggapi isu bahwa pembajakan itu rekayasa BAIS, Menhankam/Pangab Jenderal M Jusuf di dampingi Letjen LB Moerdani memberikan keterangan di depan rapat kerja gabungan komisi-komisi DPR RI. Sambil menoleh kepada Benny yang duduk di sampingnya, Jenderal M Jusuf berkata, "Bukan dia yang bikin. kalau dia yang bikin...., saya pecat dia hari ini juga." Benny Moerdani diam, tidak memberikan reaksi.
Pasca drama pembajakan Woyla, nama LB Moerdani langsung meroket. Juga nama Sintong Panjaitan dan Subagyo HS. Tetapi dalam level elit politik, Benny Moerdani lah yang mendapat kredit poin terbesar. Presiden Soeharto menjadi sangat memercayainya, karena jasanya yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di jagat Internasional.
Menurut Prof. Robert Edward Elson, naiknya Moerdani disebabkan oleh karena Soeharto memerlukan aliansi baru, setelah pudarnya Ali Moetopo akibat serangan jantung pada 1978 dan meninggal dunia tahun 1984, serta semakin surutnya pengaruh Sudjono Humardani setelah masuknya para birokrat profesional. Sejalan dengan hal itu, Soeharto mulai mencari-cari gaya kepemimpinan militer yang baru.
ABRI Merah Dilestarikan.
Kekuatan ABRI Merah eksis tak lepas sebagai bentuk ketakutan akan bangkitnya Islam, Islamphobia. Baru-baru ini sebuah koran yang cukup berpengaruh di Timur Tengah yaitu koran Aljazeera Post ''Dalam sebuah kolom tertulis bahwa bagaimana Amerika cukup terkejut dengan dukungan berbagai unsur ulama yang menyokong Prabowo-Hatta menjadi pemimpin Indonesia''.
...Amerika cukup terkejut dengan dukungan berbagai unsur ulama yg menyokong Prabowo-Hatta menjadi pemimpin Indonesia''.
Dalam kolom tersebut Amerika mengatakan jika Prabowo-Hatta terpilih maka Amerika cukup takut kalau kebangkitan Islam akan muncul di Indonesia dan bahkan mungkin Indonesia akan menjadi salah satu negara Islam terkuat didunia yang tidak bisa di otak atik oleh mereka untuk itu Amerika lewat CIA nya telah mengelontorkan miliyaran dolar kepada LSM di Indonesia untuk membuat fitnah kepada Prabowo dengan harapan Prabowo-Hatta tidak terpilih.
''Kalau sampai terpilih menurut dokumen itu maka ini akan menjadi ancaman kepada Amerika dan sekutunya Australia yang memang dari dulu mau membuat indonesia ini hancur" ungkap tulis wartawati senior mantan timses Gubernur Jokowi Nanik S Deyang pada linimasa Facebooknya.
Berikut murid-murid LB Moerdani mewarisi sifat "Sang Jenderal Jagal":
1) Agum Gumelar-Hendropriyono (dua malaikat pelindung atau bodyguard Megawati yang disuruh Benny Moerdani);
2) ada Andi Widjajanto (anak Theo Syafeii) ada Fahmi Idris (rumahnya adalah lokasi ketika ide Peristiwa 27 Juli 1996 dan Kerusuhan Mei 1998 pertama kali dilontarkan Benny Moerdani);
3) Luhut Panjaitan; bersama AM Hendropriono membentuk kaderisasi 'Jokowi'
4) Sutiyoso,
5) Wiranto,
6) AM Hendropriono dan menantu Kadispenad Adhika Perkasa,
7) Try Sutrisno dan menantu Try Sutrisno, Ryamizard Ryacudu,
8) Susilo Bambang Yudhoyono yang belakangan pecah kongsi dengan AM Hendropriyono. Amerika mendukung SBY dan Hendro mencari 'makan' ke Australia.
9) Theo Sjafei yang kristen
Fokus ABRI Merah 2014 : Haji AM Hendropriono
Peneliti Cedsos sekaligus pengamat intelejen, Umar Abduh dari CENTRE for Democracy and Social Justice Studies (CeDSos), sempat mengggelar konferensi pers berjudul “Manuver Hendropriyono dan Andika Perkasa Berpotensi Mengancam Ummat Islam, Kesatuan TNI dan Bangsa Indonesia”, Selasa (10/6) di Jakarta.
Konferensi pers ini diadakan untuk mengingatkan kembali umat Islam, TNI, dan Bangsa Indonesia terhadap sepak terjang Hendropriono dan menantunya Kadispenad Aktif Andika Perkasa agar jangan sampai membiarkan keduanya melancarkan trick dan manuvernya. Kolaborasi Mertua dan mantunya Andika Perkasa dalam kasus penangkapan Omar Farouq, eliminasi Tengku Fauzi Hasbi Geudong, dan dukungan kepada pesantren Ma’had Al-Zaytun. Selain itu kasus genosida pada jamaah Warsidi di Talangsari Lampung 1989.
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriono merupakan sosok yang penting dalam tim pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) ini kerap melanggar HAM dan menjalankan kepentingan CIA dan asing dalam melanggengkan isu terorisme atau lebih tepatnya teroristainment untuk meraih simpati AS.
Konferensi pers ini diadakan untuk mengingatkan kembali umat Islam, TNI, dan Bangsa Indonesia terhadap sepak terjang Hendropriono dan menantunya Kadispenad Aktif Andika Perkasa agar jangan sampai membiarkan keduanya melancarkan trick dan manuvernya.
CeDSos: Hendropriono Jalankan Misi CIA & Ancam Kedaulatan Bangsa
Umar Abduh, peneliti dan pengamat intelijen dari CENTRE for Democracy and Social Justice Studies (CeDSos) mengggelar konferensi pers berjudul “Manuver Hendropriono dan Andika Perkasa Berpotensi Mengancam Ummat Islam, Kesatuan TNI dan Bangsa Indonesia”Umar Abduh hadir sebagai pembicara dengan moderator pengamat intelijen, Al-Chaidar.
Dalam konferensi pers tersebut ia inging mengingatkan kembali umat Islam, ‪#‎melawanlupa‬ pada sepak terjang Hendropriyono dan mantunya Kadispenad Aktif Andika Perkasa yang akan melancarkan trick dan manuvernya.
Kelicikan Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono ini tak peduli dengan nasib umat Islam, meski Hendro sudah naik haji ia gelap mata menjalankan kepentingan asing, CIA dalam melanggengkan isu terorisme di Indonesia. Kolaborasi mertua dan mantunya Andika Perkasa dalam kasus penangkapan Umar Farouq, eliminasi Tengku Fauzi Hasbi Geudong, dan dukungan kepada pesantren Ma’had Al-Zaytun. Yang paling fenomenal adalah proyek pembentukan Densus 88.
_______________________________________________
Apalagi kasus Hendropriono? simak daftar ini:
Hendropriono perwira intelijen yang dibina kader Benny Moerdani untuk menghancurkan Islam di Indonesia.
1. 1989 : Jamaah Waridi, Talangsari, Lampung
2. Bom bali I,
3. Bali II,
4. PKS dst
5. Munir,
6. Bom Kedubes australia,
7. Bom JW Marriot,
8. Kerusuhan-kerusuhan di RI,
9. Ahmad Fatonah
10. Kasus penculikan aktivis
Kolaborasi mertua dan mantunya Andika Perkasa dalam kasus penangkapan Omar Farouq, eliminasi Tengku Fauzi Hasbi Geudong, dan dukungan kepada pesantren Ma’had Al-Zaytun. Yang paling fenomenal adalah Densus 88
Penangkapan Umar Farouq di Masjid Jami’ Bogor oleh pasukan elite Sandhi Yudha Koppassus dipimpin Andika Perkasa, pada 5 Juni 2005. Operasi itu dilakukan atas perintah sang mertua Hendropriono tanpa melalui prosedur dan ketentuan yang berlaku, yakni melakukan koordinasi dengan pihak Polri, BAIS, dan Menko Polhukam.
Atas nama kepala BIN, kata Umar, Hendropriono mengekstradisi langsung dan menyerahkan Omar Farouq kepada CIA di Bandara Halim Perdana Kusuma tanggal 6 Juni 2002 untuk selanjutnya dibawa ke penjara Baghram Afghanistan.
“Di sini Hendro sebagai kepala BIN secara sadar atau tidak sadar, sesungguhnya telah melakukan pelanggaran dan berkhianat kepada Undang-Undang Pertahanan Keamanan dan Kedaulatan Republik Indonesia,” ujarnya.
Sekilas Tentang Sepak Terjang Hendropriono Sang Dalang "Pencipta Jokowi"
Orang pertama yang "menemukan" Jokowi adalah mantan Kepala BIN dan murid Benny Moedani bernama Hendropriono. Kader utama LB Moerdani ini, terduga otak pelaku pembunuhan Munir aktivis HAM dan pembantaian ratusan syuhada jamaaah Warsidi Talangsari Lampung 1989 dan pembentukan teroristainment ala Densus 88.
Hendro juga adalah terduga pencipta, perekayasa serangkaian kegiatan "terorisme" atau lebih tepatnya aksi live show #teroristainment di Indonesia sewaktu menjabat kepala BIN.
Hendro bermaksud menumpang agenda AS yang sedang melancarkan perang global terhadap terorisme paska pemboman WTC 11/09/01. Tujuannya, menarik perhatian AS agar masuk ke Indonesia, kemudian membantu agenda pribadi Hendropriono jadi Presiden RI. Hendro berharap AS berutang budi atas jasa-jasa Hendro yang "membantu" dalam memenangkan perang menumpas teroris di Indonesia.
Tujuannya, menarik perhatian AS agar masuk ke Indonesia, kemudian membantu agenda dan ambisi pribadi Hendropriono jadi Presiden RI.
Modusnya, dengan memberikan "legitimasi dan bukti" bahwa pengakuan Hambali (mujahid yang dijerat ‪#‎terorostainment‬ dan ditahan AS di Guantanamo) adalah benar. Hambali atas tekanan penyiksaan ala waterboard di penjara Guantanamo akhirnya mengaku pernah 1X kunjungi Ust Abubakar Baasyir di Ngruki. Meski Hambali bilang kunjungannya temui Baasyir ke Pesantren Ngruki hanya satu kali dan tidak bahas apapun, apalagi terorisme, AS tetap waspada.
Perhatian AS terhadap pesantren Al Mukmin Ngruki Solo Jawa Tengah, dimanfaatkan Hendro dengan merekayasa serangkaian gerakan terorisme alias teroristainment di Indonesia, dan buktinya bom meledak. Bom yang meledak dimana-mana ditunggani Hendro seperti Bom bali I (12/10/2), Bom BEJ, Bom Kedubes Australia, dan Bom Bali II itu lalu dimanfaatkan untuk kepentingan Hendro serta memberikan stigma RI negara teroris.
Awalnya, rencana busuk keji Hendro sukses. AS, Barat dan Australia setujui perangi terorisme di Indonesia. Solo jadi pusat medan perang.
Solo dijadikan pusat medan perang terorisme di Indonesia, gara-gara Hendro. Orang yang dijadikan Ka BIN oleh Presiden Mega, khianati negara RI. Hendopriono adalah kader utama Moerdani. Yang terkenal sebagai ANTI ISLAM, meski Hendro bernama asli Abdul Mahmud Hendropriono, haji lagi!
Sebelum jadi master of terrorist Indonesia, Hendro bersama 1 batalion pasukannya 'sukses' membantai mati 246 umat Islam jamaah Warsidi di Talangsari Lampung tahun 1989. Selengkapnya disini
Tragis pada 1989, Sebanyak 246 umat Islam jamaah Waridi sedang shalat subuh dibantai Kolonel Hendro Danrem Garuda Hitam Lampung atas tuduhan Makar ! Gile lue Ndro !
Mengapa Hendropriono Membentuk Densus 88
Dalam rangka menjadikan Solo dan Pesantren Al Mukmin Ngruki sebagai pusat medan perang terorisme (abal-abal) di Indonesia, Hendro butuh bantuan Walikota Jokowi yang kini menjadi boneka Hendro.
Meski akhirnya rekayasa Hendro pada "perang terorisme di RI" tercium oleh CIA, FBI dan LSM-LSM AS, Hendro jalan terus. Join dengan Australia
AS yang 'dikadalin' Hendro terkait isu terorisme tidak mau bantu Hendro, AS malah mendukung SBY jadi Presiden RI pada 2004 lalu dan berimbas pada marahnya Hendro! Hendro lalu bekerja sama dengan teman-teman dan yunior-yuniornya seperti Luhut Panjaitan dan Dai Bachtiar. Mereka dorong bentuk Densus 88, dengan bantuan Australia.
Sumber Daya di TNI sudah tidak bisa diharapkan lagi untuk "perangi terorisme (palsu)", Hendro tunggangi Polri Cs untuk membentuk Densus 88. Australia bantu. Maka sejak itulah ABRI Merah mendompleng Polri yang terus dicaci maki karena tindakan teroristainment yang berlebih. Seiring dengan terbentuk Densus 88 maka umat Islam kini mengalihkan perhatiannya dari ABRI merah, tak tahunya masih di dalangi oleh Jenderal jagal yang sama, darah titisan Benny Moerdani Cs.
Seiring dengan terbentuk Densus 88 maka umat Islam kini mengalihkan perhatiannya dari ABRI merah, tak tahunya masih di dalangi oleh Jenderal jagal yang sama, darah titisan Benny Moerdani Cs.
AKhirnya Australia mau membantu "perangi terorisme abal-abal" di Indonesia karena tekanan politik dalam negeri mereka yang begitu kuat, apalagi korban bom Bali I menewaskan 88 WN Aussie. Kekhawatiran rakyat Aussie baga bola salju dan menganggap terorisme Indonesia sebagai ancaman bagi keamanan nasional.
Karenanya Aussie terpaksa rekrut Hendropriono
Selanjutnya bisa tebak, Hendroprioono jadi agen pemerintah Aussie via ASIS (lembaga intelijen Australia). Hendro dipasok uang, logistik, info, jaringan dan lainnya.
Ahmad Fathonah Ada Hubungan Dengan Hendro?
Tahu Ahmad Olong? Ga kenal? Kalau Ahmad Fathonah tahu? Nah itu tahanan LP Berramah Australia ygan dibebaskan Hendro dan "ditanam" di PKS. Siapa lagi binaan Hendro yg ditanam di PKS? Jangan kaget.. Anis Matta ! Apakah Anis Matta masih jadi agen Hendro atau tidak, tanya sendiri?
Jadi, Hendropriono adalah agen pemerintah Australia, lihat bagaimana Hendro selalu bela pemerintah Australia dalam setiap isu politik, penyadapan dan terorisme bualan.
Boneka Hendropriono = Jokowi
Usut peran sentral hendro pada semua peristiwa yang memfitnah islam, bongkar kaitannya dengan luhut, Jokowi dan sejumlah jendral.
Jokowi ditemukan Hendropriono lalu dibina sejak Jokowi jadi Walikota Solo, lalu dialihkan ke Luhut, pura-pura buat PT Rakabu bersama pada tahun 2008.
Sudah saatnya kebenaran diungkap, apalagi Hendro sudah menuduh Prabowo, korban fitnahnya & genknya, sebagai psikopat. Hukum harus ditegakkan. Hendropriono, Luhut Panjaitan, Ansyori, Sumardi, Zaenal Abidin & jendral-jenderal binaan Benny Moerdani sangat takut jika Prabowo jadi presiden. Habis mereka!
Anda tahu siapa sekretaris Timses Jokowi? Namanya DR Andi Widjajanto. Siapa dia ? Anak Mayjen Theo Sjafei, Jendral kesayangan Moerdani. Ingatkah anda siapa Jenderal Theo Sjafei ayah kandung Andi Widjajanto? Dia pernah menghina Islam dan Quran. Mau tahu sejarahnya? Nih ..
Theo Sjafei, kader emas Moerdani, ayah Andi Widjajanto, sekretaris timses Jokowi, penghina Islam & Quran http://t.co/zz6FvySPZH
Barisan ABRI Merah, Jenderal Pengkhianat Negara
Terjawab kenapa semua Jenderal pengkhianat negara, pembenci Islam, tukang adu domba, perekayasa teroris, pembunuh aktivis kini mendukung Jokowi. Tak lain karena peran persaudaraan murid-murid Benny Moerdani.
Itulah seklias tentang Hendropriono mantan Ka BIN yang menjadi "pencipta Jokowi pertama kali, perekayasa terorisme, pembantai umat Islam RI. Gunakan akal hati, jangan pernah mau diperdaya para setan durjana. Mereka pakai wajah seribu rupa.
Jangan lupa bantu bebaskan ustadz Abu Bakar Baasyir korban kejahatan antek asing AS dan Australia yang di kendarai juga oleh Hendropriono.
Jangan lupa bantu bebaskan ustadz Abu Bakar Baasyir korban kejahatan antek asing AS dan Australia yang di kendarai juga oleh Hendropriono. []
.
|||///\\\||||
..
.
Ayo Selamatkan Indonesia... [dbs/hudzaifah/voa-islam.com].
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/intelligent/2014/06/13/30847/melawan-lupa-6-hendropriono-dalangnya-jokowi-teroristainment-densus-88/;#sthash.Nv9EpTUk.dhmf8DCz.dpuf
.

http://www.voa-islam.com/read/intelligent/2014/06/13/30847/melawan-lupa-6-hendropriono-dalangnya-jokowi-teroristainment-densus-88/;#sthash.Nv9EpTUk.dpbs
.
Sebagai umat Islam yang tinggal di Indonesia rasanya kita semakin gerah dengan...
voa-islam.com